TERASJAKARTA.ID – Tokoh muslim Jusuf Hamka atau Baba Alun mendukung keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Menurutnya, langkah itu sebagai bentuk dukungan kuat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.
Keputusan Indonesia masuk BoP, lanjut dia, merupakan penegasan jika perdamaian harus di atas segalanya. Menurut dia, bergabungnya Indonesia di sana merupakan buah dari kecerdasan Presiden RI Prabowo Subianto dalam berdiplomasi.
“Beliau ini ahli strategi. Bekas Danjen Kopassus (Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus), bekas Pangkostrad (Panglima Komando Strategis Angkatan Darat),” kata Hamka, seusai agenda pertemuan Prabowo dengan para tokoh ormas Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
Prabowo menjelaskan secara gamblang kepada para tokoh Islam mengenai alasan bergabungnya Indonesia di BoP. Dari penjelasan itu, para tokoh Islam mengerti keputusan yang diambil Indonesia.
Baca juga: 1,37 Juta Lapangan Kerja Tercipta, Angka Pengangguran Turun Jadi 4,71 Persen di November 2025
Salah satu contoh konkret dari keputusan Indonesia ini, kata Hamka, kini bahan makanan yang diangkut 4.500 truk sudah bisa masuk ke Palestina. Menurutnya, mengusahakan perdamaian juga butuh strategi, tidak bisa hitam putih.
“Kan damai itu nggak bisa yang satu diinjak, yang satu diangkat. Dua-duanya harus dihormati. Nah, dalam hal ini ya, menurut saya, kita harus husnuzan (berprasangka baik), jangan suuzan sama pemerintah. Biarkan pemerintah menjalankan strateginya, karena di situ (BoP) juga banyak, ada beberapa negara Islam kan,” kata dia.
Keanggotaan di Dewan Perdamaian ini, lanjut dia, membuat Indonesia bisa sejajar di dunia internasional. Status keanggotaan ini juga memungkinkan Indonesia untuk bisa berperan aktif mengawasi proses perdamaian.
“Ya, ibarat kalau saya nggak kenal atau saya jauh, mau ngomong apa-apa nggak enak. Kalau kalian di sebelah saya, kiri kanan, kalau ada perbuatan nggak enak, kan saya tinggal sikut saja,” katanya memberi amsal.
Baca juga: Sidang Nadiem Makarim, 4 Hal Ini Disorot Mahfud MD
Terkait iuran, kata Hamka, Prabowo juga menjelaskan bahwa uang yang dikeluarkan tidak lain untuk kebutuhan Palestina. Uang itu untuk pembangunan. Artinya, Indonesia tidak sekadar berkoar Palestina harus merdeka, tapi melakukan langkah konkret.
Dari penjelasan ini, kata dia, para tokoh Islam memahaminya. Bahkan, beberapa tokoh langsung mengucapkan takbir, “Allahu akbar,” tiru Hamka.
Kagum Prabowo Sikat Koruptor
Hamka sangat mendukung gerakan Prabowo memberantas korupsi. Menurutnya, Indonesia harus lepas dari korupsi jika ingin menyejahterakan masyarakat.
“Kita punya Presiden, delapan-delapannya semua pintar. Tapi ini, nyalinya berani sekali. Dan dia nggak peduli. Siapa saja, teman apa, semua digilas,” kata Hamka seusai agenda pertemuan Prabowo dengan para tokoh ormas Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2) malam.
Baca juga: Pramono Anung Bongkar Tiang Monorel Jakarta, Bang Yos Ikut Lega
Dia juga mengagumi cara Prabowo membawa perekonomian RI. Menurutnya, selama ini ekonomi dipegang segelintir orang. Dia yakin langkah Prabowo di bidang ekonomi akan melahirkan banyak entrepreneur baru.
“Bahkan yang menjadi kekaguman saya waktu Beliau bilang. Daripada uangnya dikorupsi-korupsi, lebih baik saya kasih (untuk) Koperasi Merah Putih. Lebih baik saya kasih (untuk) MBG (Makan Bergizi Gratis). Buat rakyat saya makan. Koperasi hidup semua. Jadi di desa-desa semua ekonomi bangkit katanya,” kata Hamka menirukan ucapan Prabowo.
Cara Prabowo melawan kekuatan asing juga membuat Hamka kagum. Termasuk, langkah-langkah Prabowo melawan premanisme. Langkah berani itu dilakukan tak lain untuk melindungi masyarakat bawah.
“Yang membuat saya, aduh, saya kagum sekali itu, (saat Prabowo berkata): Yang paling penting saya kerja buat rakyat. Saya mau rakyat, saya mau rakyat makmur. Karena cita-cita kemerdekaan itu…, waduh saya kaget. Saya bilang, dalam hati, saya setuju banget. Pemerintahan yang harus dilakukan itu,” kata Hamka.
Baca juga: Sidang Nadiem Makarim, 4 Hal Ini Disorot Mahfud MD
Dalam beberapa kesempatan pidato, Prabowo selalu menekankan bahayanya korupsi. Prabowo bertekad untuk terus menegakkan hukum dan memberantas korupsi secara menyeluruh dalam pemerintahannya.
“Menurut saya, korupsi adalah penyakit. Ketika sudah mencapai stadium 4 seperti kanker, akan sangat sulit disembuhkan. Dalam sejarah, korupsi bisa menghancurkan negara, bangsa, dan rezim. Jadi, ya, saya bertekad untuk memberantas korupsi,” ujar Prabowo dalam sebuah sesi dialog bersama pimpinan Forbes Media, Steve Forbes, pada 15 Oktober 2025 lalu.