Beranda / Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Melemah Di Akhir Pekan ke Rp 15.632 Per Dolar AS

Terasjakarta.id - Minggu, 22 Januari 2023 | 15:46 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Ilustrasi pecahan uang rupiah (ist)

Ilustrasi pecahan uang rupiah (ist)

Penulis : Archi
Editor : Archi

JAKARTA - TERASJAKARTA.ID, Pada penutupan pasar sore Jumat (6/1) , mata uang rupiah ditutup melemah 16 point atau 010% menjadi dilevel Rp. 15.632 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan dolar berayun lebih tinggi hanya sehari menjelang laporan pasar tenaga kerja hari Jumat yang diyakini beberapa orang dapat memaksa investor untuk memikirkan kembali permainan ayam mereka melawan Federal Reserve dan berpotensi mendorong greenback menuju kemenangan.
 
"The Fed mengatakan tidak akan menurunkan suku bunga tahun ini. Tetapi pasar tidak mempercayai pandangan ini, menurut commerzbank, dan ini tetap menjadi "aspek sentral yang mendominasi prospek dolar"," ujar Ibrahim dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (6/1).
Banyaknya laporan di pasar tenaga kerja minggu ini menunjukkan permintaan tetap kuat dan lebih sedikit klaim pengangguran awal telah memberikan pukulan pertama dan menunjukkan celah di pelindung mereka yang menyimpan harapan 'pivot Fed'.
 
Selain itu sentimen domestik, Ibrahim Mengatakan meski kinerja perekonomian nasional terus menunjukkan tren menguat dengan adanya perbaikan pertumbuhan perekonomian yang tidak terlepas dari pemulihan pascapandemi, namun rupanya ekonomi Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan termasuk ketidakpastian global pada tahun 2023 ini, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan harga pangan, energi, dan inflasi yang berpotensi menyebabkan resesi global.
"Melihat pada tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam perjuangannya memperkuat fondasi ekonomi nasional, maka akan ada dua peristiwa penting yang akan mulai dihadapi Indonesia pada tahun 2023 ini, antara lain adalah tahun politik yang sudah dimulai dengan membawa berbagai isu-isu dan respon terkait visi ekonomi dan sebagainya, serta dampak resesi global terhadap Indonesia yang mulai diperhatikan," tutur Ibrahim.
 
Ibrahim menyampaikan Guna untuk mengantisipasi kondisi global, terkait dengan krisis ekonomi dan resesi global, serta perlunya peningkatan inflasi, ancaman stagflasi dan sebagai tindak lanjut dari putusan mahkamah konstitusi (MK), maka pemerintah mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022, tertanggal 30 Desember 2022. Perpu Nomor 2 Tahun 2022 menjadi penting untuk mengisi kepastian hukum, dimana para pelaku usaha masih menanti keberlanjutan Undang-Undang Cipta Kerja tersebut.
"Guna untuk menarik investasi, dilihat dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2022, diatas 5 persen sangat menyakinkan. Dan proyeksi untuk 2023 juga masih kuat di kisaran 5 persen.. Itu yang harusnya menjadi modal pemerintah untuk meyakinkan investor masuk ke Indonesia," ujarnya.
 
Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan Senin (9/1) rupiah kemungkinan akan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.610 per dolar AS-Rp 15.670 per dolar AS.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link