Beranda / Bisnis

Rupiah Diperkirakan Akan Kembali Menguat Pada Perdagangan Rabu (25/1) Ini Penyebabnya

Senin, 23 Januari 2023 | 18:22 WIB
SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
rupiah dan dolar (ist)

rupiah dan dolar (ist)

Penulis : Archi
Editor : Archi

JAKARTA - TERASJAKARTA.ID,Kurs rupiah kembali ditutup menguat pada perdagangan Selasa (24/1), rupiah di pasar spot ditutup menguat 187 poin atau 1,24% ke level Rp 14.887 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, Dolar melayang di dekat level terendah sembilan bulan terhadap mata uang lainnya.

Lantaran, para pedagang mempertimbangkan risiko resesi AS dan jalur kebijakan Federal Reserve, komentar pejabat Bank Sentral Eropa yang menandakan kenaikan suku bunga jumbo tambahan di Eropa.

"Pedagang pasar uang hanya melihat dua kenaikan suku bunga seperempat poin oleh Fed ke puncak sekitar 5% pada bulan Juni, dengan pemotongan dua perempat poin menyusul sebelum akhir tahun. The Fed sendiri bersikeras 75 basis poin pengetatan lebih mungkin terjadi," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (24/1).

Baca Juga : Ingin Tukar Valas Hari Ini? Simak Kurs Dolar-Rupiah 24 Januari 2023 di BCA

Tetapi kenaikan dolar terbatas karena banyak data minggu ini menunjukkan bahwa ekonomi AS melambat dalam menghadapi inflasi tinggi dan kebijakan moneter ketat.

Dari domestik, Ditengah ancaman resesi global. pemulihan ekonomi Indonesia yang sedang mengalami kenaikan dan merata di seluruh sektor.

Walaupun Produk Domestic Bruto (PDB) untuk tahun 2022 baru akan dipublikasi di bulan Februari yang diperkirakan antara 5,2 - 5,3%. Perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan hanya di 1,7%.

Bagi pemerintah, Kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu instrumen yang dapat diandalkan ketika menghadapi berbagai macam ancaman, seperti pandemi, harga minyak dan pangan yang melonjak.

Baca Juga : Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat Pada Perdagangan Senin (23/1) Ini Penyebabnya

Kemudian APBN memberi bantalan bagi konsumsi dan daya beli masyarakat, terutama untuk masyarakat miskin dan rentan.

Selain itu, APBN juga digunakan untuk memberikan bantuan kepada UMKM, seperti melakukan restrukturisasi kredit perbankan, sehingga banyak UMKM tidak perlu mencicil utangnya dulu. Selain itu, APBN juga memberikan bantuan kepada para pedagang kaki lima.

Guna untuk membantu pemulihan ekonomi, maka Bank Indonesia (BI) juga terus memperkuat respons bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah Di Akhir Pekan ke Rp 15.632 Per Dolar AS

Sedangkan bauran kebijakan yang dilakukan adalah memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR yang saat ini sudah mencapai 5,75%.

Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan Rabu (24/1) rupiah kemungkinan akan dibuka berfluktuatif namun akan ditutup menguat berada di rentang Rp 14.860 per dolar as - Rp. 15.940 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    SHARE
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link