Beranda / Bisnis

Kendaraan Listrik Disubsidi, Saham INCO Cerah

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:53 WIB
SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Terdapat beragam harga motor listrik yang bisa didapatkan (Ist)

Terdapat beragam harga motor listrik yang bisa didapatkan (Ist)

Penulis : Archi
Editor : Archi

JAKARTA - TERASJAKARTA.ID, Pemerintah Indonesia akan memberikan subsidi kepada kendaraan listrik sehingga permintaan nikel untuk baterai kendaraan listrik meningkat. Hal itu berdampak positif bagi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada 2023.

Dalam riset UOB-Kay Hian Sekuritas pada 6 Januari 2023, Analis UOB-Kay Hian Sekuritas Limartha Adhiputra meyampaikan, subsidi itu diharapkan dapat mendorong pembelian EV di Indonesia, serta membantu menurunkan emisi gas rumah kaca dan mengurangi subsidi bahan bakar.

Sehingga berdampak positif pada prospek saham produsen nikel secara keseluruhan, termasuk INCO. Selain itu, menurut Limartha, harga nikel rata-rata tahun 2023 berada di US$ 22.000 - 24.000/ton.

Baca Juga : Ingin Tukar Valas Hari Ini? Simak Kurs Dolar-Rupiah 24 Januari 2023 di BCA

“Pada tahun 2023, kami perkirakan harga nikel akan stabil. Harga dan permintaan nikel akan didukung oleh pemulihan ekonomi China dan penggunaan nikel pada baterai EV,” ujarnya dalam riset.

Limartha menjelaskan, harga bahan bakar minyak sulfur tinggi (High Sulphur Fuel Oil/HSFO) dan batu bara menunjukan pelemahan pada tahun 2023 sehingga dapat menurunkan biaya energi INCO dan mengangkat laba bersih tahun ini.

“Harga HSFO yang lebih rendah dan harga batu bara yang melemah dapat lebih meningkatkan EBITDA dan laba bersih INCO tahun 2023,” tuturnya.

Baca Juga : Sektor Teknologi Terbang, IHSG Turun 0,20% ke 6.860 Pada Selasa (24/1)

INCO menargetkan proyek di Pomalaa dan Bahodopi akan memberikan dampak positif bagi pendapatan INCO di masa depan.

INCO bekerja sama dengan Huayou untuk mengerjakan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL).Selain itu, proyek HPAL Blok Pomalaa diharapkan menghasilkan 120kt nikel yang merupakan bagian penting dalam mendukung ekosistem baterai EV.

“Selain itu, ada proyek dengan TISCO dan Xinhai di Bahodopi, untuk pengembangan pabrik feronikel berkapasitas 73kt/tahun dengan nilai investasi US$ 2,3 miliar,” ungkapnya.

Limartha merekomendasikan buy dengan target harga di Rp 9.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    SHARE
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link