Beranda / Bisnis

Laba Bersih Bank DKI Naik 17,77 Persen di Kuartal I 2023, Tembus Rp233 Miliar 

Terasjakarta.id - Senin, 8 Mei 2023 | 19:55 WIB

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Bank DKI mencatatkan kinerja positigf di kuartal I dengan memperoleh laba bersih sebesar  Rp233 Miliar. (foto: istimewa)

Bank DKI mencatatkan kinerja positigf di kuartal I dengan memperoleh laba bersih sebesar Rp233 Miliar. (foto: istimewa)

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Bank DKI terus menunjukkan kinerja yang positif di kuartal I tahun 2023. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kredit sebesar 24,68 persen menjadi Rp48,37 triliun di bulan Maret 2023 dari Rp38,80 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Peningkatan kredit ini juga berkontribusi pada peningkatan aset Bank DKI sebesar 12,3 persen menjadi Rp79,93 triliun di Maret 2023 dari Rp71,13 triliun pada Maret 2022.

Baca Juga : Bank Mandiri dan BRI Buka Program KUR 2023, Begini Ketentuannya

Laba bersih Bank DKI juga naik sebesar 17,77 persen menjadi Rp233,20 miliar di Maret 2023 atau bertambah Rp198,01 miliar dibanding laba bersih di bulan Maret 2022.

Pencapaian ini selaras dengan strategi bisnis Bank DKI yang fokus pada segmen yang stabil dan potensial serta transformasi ke arah digitalisasi secara konsisten.

Baca Juga : Rencana Redenominasi Rupiah Kapan Berlaku? Bank Indonesia: Itu Wilayah Pemerintah

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, optimis bahwa Bank DKI akan mencapai target akhir tahun, seiring tren pemulihan ekonomi nasional yang positif dengan target pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 di atas 5 persen.

Penyaluran kredit Bank DKI secara year on year (yoy) meningkat di seluruh segmen. Kredit ritel tumbuh sebesar 79,38 persen menjadi Rp1,06 triliun pada Maret 2023 dari Rp595,08 miliar pada Q1 2022.

Baca Juga : Bank DKI Terus Inovasi Tingkatkan Daya Dukung Finansial Digitalisasi

Sementara kredit mikro tumbuh sebesar 54,35 persen menjadi Rp2,69 triliun pada Maret 2023 dari Rp1,74 triliun pada Q1 2022. Kredit konsumer juga tumbuh 14,16% menjadi Rp20,54 triliun pada Maret 2023 dari Rp17,99 triliun pada Q1 2022.

Kredit dengan skala lebih besar juga tumbuh positif, seperti kredit menengah yang tumbuh sebesar 47,14 persen menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2023 dari Rp981,40 miliar pada Maret 2022.

Baca Juga : Bank Indonesia dan Bank of Korea Kerja Sama Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal

Kredit komersial tumbuh sebesar 16,51 persen menjadi Rp16,23 triliun pada Maret 2023 dari Rp13,93 triliun pada Maret 2022. Dan kredit sindikasi tumbuh sebesar 80,07 persen, menjadi Rp6,39 triliun pada Maret 2023 dari Rp3,55 triliun pada Maret 2022.

Pada Maret 2023, bank ini mencatatkan rasio non-performing loan (NPL) sebesar 1,88 persen, yang menunjukkan penurunan dari 3,05 persen pada Maret 2022. Hal ini menunjukkan bahwa Bank DKI telah memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kreditnya.

Baca Juga : Bank DKI Usung Tema Transformasi Menuju Ekosistem Digital di Usia ke 65 Tahun

Bank DKI juga berhasil menjaga coverage ratio sebesar 225,95 persen, yang menunjukkan bahwa bank ini telah membentuk pencadangan secara konservatif sebagai langkah mitigasi kolektibilitas debitur.

Selain itu, pertumbuhan laba bersih Bank DKI mencapai Rp233,20 miliar, yang didorong oleh peningkatan pendapatan bunga sebesar 17,17 persen menjadi Rp1,31 triliun pada Maret 2023, dari Rp1,12 triliun pada Maret 2022.

Baca Juga : Bank DKI Usung Tema Transformasi Menuju Ekosistem Digital di Usia ke 65 Tahun

Peningkatan pendapatan bunga ini berasal dari ekspansi kredit dan pembiayaan, serta memaksimalkan aset produktif Bank dalam berbagai instrumen keuangan seperti surat berharga maupun penempatan pada Bank Indonesia atau Bank lain.

Selain itu, fee-based income Bank DKI meningkat sebesar 28,12 persen menjadi Rp149,15 miliar pada Maret 2023, dari Rp116,42 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.

Baca Juga : Nomor Layanan SMS Bank Mandiri Berubah jadi 83355, Berlaku Mulai 30 April 2023

Kinerja dana pihak ketiga (DPK) Bank DKI tumbuh sebesar 16,27 persen menjadi Rp67,13 triliun pada Maret 2023, dari Rp57,74 triliun pada Maret 2022.

Loan to deposit ratio (LDR) juga meningkat menjadi 72,06 persen pada Maret 2023, dari 66,29 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Meskipun mengalami tantangan ekonomi yang cukup berat, Bank DKI berhasil menjaga pertumbuhan kinerja di beberapa rasio penting. ROE terjaga di 9,73 persen, naik dari 8,52 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga : Bank DKI Pecahkan Rekor Laba Bersih Rp939 Miliar

ROA juga meningkat menjadi 1,53 persen dari 1,48 persen, dan BOPO terjaga di 78,24 persen, sama dengan periode tahun sebelumnya.

Unit Usaha Syariah Bank DKI juga mencatatkan pertumbuhan yang memadai sampai dengan Maret 2023. Penyaluran pembiayaan syariah tumbuh sebesar 12,56 persen menjadi sebesar Rp7,15 triliun pada Maret 2023, dari Rp6,35 triliun pada Maret 2022.

Sedangkan penghimpunan DPK Syariah tumbuh sebesar 25,31 persen menjadi sebesar Rp8,10 triliun pada Maret 2023, dari Rp6,47 triliun di Maret 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link