Beranda / Jakarta Raya

Banjir Terparah di Jakarta, 48 Orang Dinyatakan Tewas dan 276.333 Tidur di Pengungsian

Kamis, 19 Januari 2023 | 17:24 WIB
SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Ilustrasi banjir di Jakarta. (Terasjakarta)

Ilustrasi banjir di Jakarta. (Terasjakarta)

Penulis : Cahyono
Editor : Cahyono

JAKARTA, TERASJAKARTA.IDBanjir terparah di Jakarta pernah terjadi belasan tahun lalu tepatnya pada tanggal 1 hingga 2 Februari 2007.

Banjir terparah di Jakarta tersebut setidaknya merendam 455 kilometer persegi atau 70 persen wilayah Ibu Kota.

Menurut catatan BPBD DKI Jakarta, banjir yang terjadi pada awal tahun 2007 menjadi banjir terparah di Jakarta dalam dua dekade terakhir.

Banjir terparah di Jakarta tersebut setidaknya menewaskan 48 orang dan 276.333 orang tidur di pengungsian.

Saking banyaknya orang yang mengungsi pada tragedi banjir terparah di Jakarta tersebut, sejumlah ruas jalan tol digunakan sebagai tempat pengungsian.

Baca Juga : 4 Tindakan yang Wajib Dilakukan Saat Banjir, Ingat Jangan Panik

Jalan tol yang digunakan sebagai tempat pengungsian diantaranya ruas Pluit-Tanjung Priok yang dipadati korban banjir senjar tanggal 3 Februari.

Akibatya ruas jalan tol Pluit-Tanjung Priok ditutup untuk lalu lintas kendaraan.

Untuk waktu pemulihan dari banjir terparah di Jakarta tersebut hingga aktifitas warga Kembali normal sekitar 10 hari lamanya.

Penyebab banjir terparah di Jakarta pada tahun 2007 karena curah hujan yang cukup tinggi.

Selain itu, penyebab banjir terparah tersebut dikarenakan buruknya jaringan drainase dan banyak saluran air yang tersumbat sampah.

Baca Juga : 6 Tips Motor Usai Terendam Banjir, Waspada Turun Mesin

Banjir di Jakarta yang terjadi pada awal tahun 2007 tersebut masuk dalam 5 banjir terbesar di Indonesia sepanjang sejarah.

Adapun 5 banjir terbesar di Indonesia sepanjang sejarah meliputi:

1. Sintang, Kalimantan Barat

Banjir bandang di Sintang, Kalimantan Barat terjadi pada bulan November 2021. Banjir parah tersebut menjadi banjir terbesar selama 40 tahun terakhir.

Baca Juga : PT. Pulo Mas Sampaikan Terimakasih ke Pemprov DKI Dalam Penanggulangan Banjir di Pulo Mas

Setidknya banjir bandang tersebut merendam 12 Kecamatan di Kabupaten Sintang yang meliputi Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sepauk, Sintang, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian, dan Kelam Permai.

Banjir yang merendam Kabupaten Sintang tersebut terjadi hampir selama 1 bulan hingga air benar-benar surut.

2. Manado, Sulawesi Utara

Banjir bandang terbesar kedua melanda Manado, Sulawesi Utara pada Januari 2014.

Pada musibah banjir terbesar diurutan kedua tersebut setidaknya menewaskan 18 orang dan ribuan rumah rusak berat hinggan menelan kerugian triliunan rupiah.

Baca Juga : BPBD DKI Catat 92 RT Terendam Banjir, ini Data Lengkapnya

Banjir yang disebabkan hujan deras selama dua hari berturut-turut mengakibatkan meluapnya air di Sungai Sario, Tondano dan Sawangan hingga meluber ke sejumlah wilayah.

3. Tangse, Aceh

Banjir terbesar berikutnya melanda Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh pada awal tahun 2021.

Banjir bandang yang disebabkan curah hujan tinggi, mengakibatkan 24 orang tewas dan ribuan orang mengalami luka-luka serta puluhan rumah rusak berat.

Kerugian yang ditimbulkan pada tragedi banjir di Tangse mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga : BPBD DKI Catat 92 RT Terendam Banjir, ini Data Lengkapnya

4. Wasior, Papua Barat

Bencana bansir terbesar seoanjang sejarah di Indonesia berikutnya terjadi di wilayah Wasior, Kabupaten Teluk Wondana, Papua Barat.

Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan selama dua hari berturut-turut tersebut mengakibatkan meluapnya air sungai di Batang Sala.

Akibat bencana banjir tersebut setidaknya 150 orang dinyatakan meninggal dunia dan 145 orang dinyatakan hilang.

Selain menelan ratusan korban jiwa, ribuan rumah warga dan fasilitas umum mengalami rusak berat.

Baca Juga : Haji Rasyidi Sebut Sumur Resapan Tidak Mengatasi Masalah Banjir di Jakarta

5. Jakarta

Banjir terbesar di Indonesia yang berada di peringkat ke-5 yakni terjadi di Jakarta pada awal tahun 2007.

Banjir yang merendam 70 persen wilayah Jakarta mengakibatkan 48 orang tewas dan ratusan ribu orang mengungsi.

Banjir Parah di Jakarta Tahun 2020

Sebagai perbandingan, banjir parah di Jakarta juga pernah terjadi pada tahun awal tahun 2020. Namun banjir pada tahun 2020, hanya merendam 156 kilometer persegi wilayah Jakarta.

Meski tak separah tahun 2007, banjir yang merendam Jakarta tahun 2020 tersebut lebih banyak menelan korban jiwa hingga 19 orang.

Baca Juga : Jika Jakarta Bebas Banjir, Apakah Ibu Kota Akan Tetap Pindah?

Sementara untuk warga yang mengungsi di tempat yang lebih aman yakni sebanyak 36.445 orang.

Kemudian untuk waktu pemulihan hingga situasi Kembali normal hanya dibutuhkan waktu 4 hari saja.

Penyebab Banjir di Jakarta

Dikutip dari berbagai sumber, selain hujan deras, penyebab Jakarta sering kebanjiran karena konsumsi air tanah yang tinggi. Hal itu mengakibatkan turunnya dataran tanah di Jakarta.

Selain itu penyebab Jakarta sering kebanjiran karena perilaku warganya yang membuang sampah sembarangan yang menyebabkan saluran air tersumbat.

Baca Juga : Banjir di Jakarta Timur Genangi Sejumlah Ruas Jalan dan Lingkungan Perumahan Warga

Kemudian faktor lain penyebab banjir adalah lokasi permukiman yang berada di dekat aliran sungai.

Pembangunan permukiman penduduk, tempat rekreasi dan lain-lain di wilayah resapan air air menjadi penyebab banjir di Jakarta. (yn)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    SHARE
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link