Beranda / Jakarta Raya

Imlek 2023, Nganter Bandeng Orang Betawi Legitimasi Perayaan Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 23:48 WIB
SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
ilustrasi ikan bandeng. (terasjakarta/ist)

ilustrasi ikan bandeng. (terasjakarta/ist)

Penulis : Potan Ahmad
Editor : Potan Ahmad

JAKARTA,TERASJAKARTA.ID - Perayaan Imlek selain identik kue keranjang dan jeruk, ikan bandeng juga tidak terlepaskan dari Imlek.

Imlek tidak lengkap rasanya tanpa olahan makanan ikan bandeng yang disajikan di atas meja makan.

Ikan bandeng dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. 

Sedangkan hubungan ikan bandeng dengan Imlek, dianggap sumber keberuntungan dan rezeki.

Namun taukah Anda tradisi ikan bandeng bermula di perayaan Imlek?

Baca Juga : Deretan Selebriti Tanah Air yang Merayakan Tahun Baru Imlek 2023, Ada yang di Rumah Sakit

Menurut Ketua Forum Kajian Budaya Betawi (FKBB), Mathar Ibnu Kamal, kebiasaan menyajikan olahan makanan ini bermula dari tradisi Nganter Bandeng yang dilakukan orang Betawi pada dahulu kala.

Mulai saat itulah legitimasi perayaan Imlek tidak lengkap tanpa adanya hidangan bandeng.

“Orang Betawi terkenal menyukai makanan olahan pindang ikan bandeng. Sebab, warga Betawi dan etnis Tionghoa di sekitar Tangerang dan Pademangan Jakarta Utara banyak memiliki tambang ikan bandeng pada era 1900-an,” kata Mathar, Minggu (22/1/2023).

Baca Juga : Imlek 2023, Ratusan Jemaat Padati Vihara Dharma Jaya Segitiga

Mathar menjelaskan, kejadian itu tidak lepas dari sikap orang Betawi yang mudah bergaul dengan siapa saja.

"Ciri orang Betawi yang egaliter atau mudah bergaul dengan siapa saja berpartisipasi bareng merayakan Imlek dengan cara makan,” ujarnya. 

Tradisi Nganter Bandeng saat perayaan Imlek menggambarkan hubungan kekerabatan antar warga, bukan dalam konteks pelaksanaan ibadah. 

"Ini sama halnya tradisi malam takbiran. Warga Betawi memasak dan saling berbagi makanan lontong dan opor ayam yang juga masih dilestarikan," jelasnya.

Baca Juga : Cerita Tina Toon Rayakan Tahun Baru Imlek Pertama Tanpa Sang Nenek, Masih dalam Keadaan Berduka

Mathar menilai, tradisi Nganter Bandeng saat perayaan Imlek mesti dijaga dan harus terus dilestarikan 

"Tradisi ini biarkan mengalir, tetap bertahan dan guyup dalam masyarakat," pungkasnya.

Makna Ikan Bandeng Pada Perayaan Imlek

Dalam Bahasa Mandarin, ikan bandeng disebut dengan "yu" atau "yoo", diartikan sebagai surplus atau berlimpah. 

Baca Juga : Libur Imlek 2023, Ragunan Targetkan 50 Ribu Pengunjung

Saat perayaan Imlek konsumsi ikan saat Imlek diharapkan bisa membawa kemakmuran dan rezeki melimpah di tahun baru.

Sebetulnya apa maknanya konsumsi ikan bandeng saat perayaan Imlek?

Bahasa Tiongkok untuk ikan bandeng ialah "lyú" atau "lee-yoo" yang diucapkan seperti kata "lee" yang berarti hadiah.

Baca Juga : Meriahkan Imlek 2023, LRT Gelar Parade Barongsai

Alasan itulah masyarakat Tionghoa percaya bahwa ikan bandeng merupakan lambang harapan dan keberuntungan.

Sedangkan alasan lain, bandeng yang berduri banyak, melambangkan harus perlu kehati-hatian dan kesabaran demi menikmati hasil yang memuaskan. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    SHARE
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link