Beranda / Lifestyle

Ternyata Ini Sejarah Perayaan Cap Go Meh dan Mitos Kue Keranjang

Terasjakarta.id - Selasa, 24 Januari 2023
BAGIKAN
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter
Perayaan Cap Go Meh, Ternyata Ini Sejarah Perayaan Cap Go Meh dan Mitos Kue Keranjang (antaranews)

Perayaan Cap Go Meh, Ternyata Ini Sejarah Perayaan Cap Go Meh dan Mitos Kue Keranjang (antaranews)

Penulis : Riza Alamas | Editor : Riza Alamas

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID-- Cap Go Meh seakan sudah menjadi pasangan dari Imlek.

Tahun Baru Imlek juga nampaknya kurang meriah kalau tidak ada Cap Go Meh.

Banyak dari kita cuma tahu Cap Go Meh adalah perayaan yang dilakukan warga Tionghoa dua minggu setelah Tahun Baru Imlek.

Baca Juga : Sinopsis My ID is Gangnam Beauty, Drama Korea yang Tayang di NET TV

Namun, apa sih sebenarnya Cap Go Meh itu?

Istilah Cap Go Meh di ambil dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna '15 hari atau malam setelah Imlek'.

Kalau dipenggal kata per kata, 'Cap' memiliki arti sepuluh, sedangkan 'Go' adalah lima dan 'Meh' berarti malam.

Tiap tahunnya, upacara ini rutin dilakukan pada tanggal 15 bulan pertama menurut penanggalan kalender China.

Baca Juga : B.I Gelar Tur Asia di Jakarta Maret 2023

Walaupun pada jaman dulu upacara ini belum dikenal secara umum oleh masyarakat tiongkok.

Hal ini terjadi karena dulu upacara ini dilakukan tertutup khusus untuk kalangan istana saja.

Ternyata Cap Go Meh bukan sekadar 'perayaan' saja.

Cap Go Meh juga punya makna tertentu, khususnya untuk masyarakat Tionghoa.

Baca Juga : 5 Arti Mimpi Gempa Bumi, Ternyata Tidak Selalu Menakutkan dan Jadi Pertanda Keburukan

Berikut arti perayaan Cap Go Meh dan cara perayaannya yang telah terasjakarta.id rangkum dari berbagai sumber.

Sejarah Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh atau yang terkenal dengan Perayaan Lampion ini tidak hanya dirayakan di Indonesia saja.

Beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga ikut merayakannya.

Baca Juga : 5 Tempat Makan Legendaris di Pusat Kuliner Benhil yang Wajib Kamu Coba, Salah Satunya Bopet Mini

Di negara aslinya, Tiongkok, Festival Cap Go Meh dikenal dengan nama Festival Shangyuan atau Festival Yuanxiao.

Perayaan Cap Go Meh dulunya dirayakan sebagai hari penghormatan kepada Dewa Thai Yi.

Di era Dinasti Han (206SM - 221M), Dewa Thai Yi sendiri dianggap sebagai Dewa tertinggi di langit.

Dulunya, perayaan Cap Go Meh dilakukan secara tertutup untuk kalangan istana dan belum dikenal masyarakat awam.

Baca Juga : Ucapan Hari Valentine dalam Bahasa Inggris, Penuh Makna dan Romantis

Festival ini dilakukan pada malam hari, sehingga terdapat banyak lampion dan aneka lampu warna-warni.

Lampion bagi budaya Tionghoa adalah pertanda kesejahteraan hidup bagi seluruh anggota keluarga.

Cap Go Meh baru dikenal luas masyarakat setelah berakhirnya pemerintahan Dinasti Han.

Ketika merayakan Cap Go Meh, rakyat umum bisa bersenang-senang sambil menikmati pemandangan lampion yang telah diberi banyak hiasan.

Baca Juga : Ide Kencan Romantis di Hari Valentine, Sederhana tapi Bikin Bahagia

Perbedaan Cap Go Meh dan Imlek

Imlek biasanya dirayakan dengan sembahyang ke kelenteng.

Sembahyang ini dilakukan untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru.

Setelah itu, berkumpul dan makan bersama keluarga besar.

Baca Juga : Tata Cara dan Niat Pengganti Puasa Ramadhan, Anda Sudah Tahu?

Namun berbeda dengan Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan berupa kue keranjang.

Lalu mereka melakukan sembahyang untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan.

Mitos Kue Keranjang

Orang zaman dulu percaya kalau anak kecil matanya akan belekan kalau tidak makan kue keranjang.

Baca Juga : 5 Nabi Palsu yang Pernah Menggemparkan Indonesia, Ada yang Ajak Pengikutnya Tak Mengakui NKRI

Mitos ini membuat hingga saat ini masih banyak orang yang membawa persembahan kue keranjang ketika Cap Go Meh.

Pada perayaan ini, pastinya ada acara makan kue keranjang yang bisa dimakan secara langsung atau digoreng.

Kue keranjang biasanya juga akan dibagi-bagikan secara gratis untuk warga sekitar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    BAGIKAN
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter