Beranda / Lifestyle

Hari Gizi Nasional 2023, Cegah Stunting dengan Konsumsi Protein Hewani

Terasjakarta.id - Rabu, 25 Januari 2023
BAGIKAN
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter
Protein hewani memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya stunting. (Unsplash/Mike Bergmann)

Protein hewani memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya stunting. (Unsplash/Mike Bergmann)

Penulis : Sasaa | Editor : Sasaa

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari menjadi momentum penting dalam meningkatkan komitmen dan membangun kepedulian masyarakat Indonesia untuk membangun gizi yang seimbang.

Selain itu, Hari Gizi Nasional juga diperingati untuk membangun gizi melalui produksi pangan berkelanjutan.
Di tahun 2023 ini Hari Gizi Nasional ke-63 mengusung tema “Protein Hewani Cegah Stunting”.

Tema tersebut diusung atas pertimbangan permasalahan stunting yang belum mencapai target dan bukti bahwa konsumsi protein hewani memiliki kolerasi dalam mencegah stunting.

Baca Juga : Hari Gizi Nasional, Tema dan Sejarahnya

Di Indonesia, permasalahan stunting masih menjadi polemik. Pada Studi Kasus Gizi Indonesia tahun 2021, angka stunting di Indonesia masih tinggi, yaitu 24.4%. 

Hal ini termasuk permasalahan gizi di Indonesia karena stunting merupakan  gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Biasanya, stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan yang berada di bawah standar. Dalam kasus ini, protein hewani dinilai efektif untuk mencegah anak mengalami stunting. 

Baca Juga : Hari Gizi Nasional 2023, Angka Stunting di Indonesia Masih Tinggi

Hal ini dikarenakan pangan hewani memiliki kandungan zat gizi yang lengkap, kaya akan protein hewani, serta vitamin yang sangat berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Melansir laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penelitian yang dilakukan Headey et.al tahun 2018 menyatakan ahwa ada bukti kuat antara hubungan stunting dengan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan. 

Adapun pangan hewani yang dikonsumsi, seperti telur, daging atau ikan, susu, serta produk olahan keju, yogurt, dan lain-lain. 

Baca Juga : Megawati Soekarnoputri Ulang Tahun ke-76, PDIP Gelar Dapur Umum Cegah Stunting hingga Gerakan Merawat Pertiwi

Penelitian juga menunjukkan mengonsumsi makanan protein hewani leih dari satu jenis lebih menguntungkan dibanding mengonsumsi makanan dari hewani tunggal.

Wakil Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. dr. Budi Wiweko, Sp.OG mengatakan protein hewani sangat penting dalam 9270 hari pertama kehidupan atau 9 bulan yang dapat mencegah anak dari stunting.

Namun, di luar itu Budi Wiweko menyatakan yang lebih penting dalam mencegah anak lahir stunting adalah 100 hari sebelum terjadinya kehamilan atau persiapan kehamilan.

Baca Juga : Belajar dari Kasus Indra Bekti, Ini Cara Berobat ke UGD Rumah Sakit Menggunakan BPJS Kesehatan

Pada masa itu, calon ibu dianjurkan atau disarankan untuk mengonsumsi tinggi protein untuk persiapan sel telur dan sperma yang berkulitas.

Apabila hal tersebut telah dipersiapkan, maka akan menghasilkan embrio dan janin yang baik serta berkualitas.

Sementara itu, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Hardiansyah memaparkan dasar dari pertumbuhan tulang ada pada tulang rawan. 

Baca Juga : PRODIA Rayakan Hut 50, Siap Berkontribusi Membangun Kesehatan Bangsa

Di mana zat gizi dari makanan protein hewani bisa membentuk tulang rawan tersebut.

“Artinya jangan hanya berpikir tentang kalsium dan mineral, tapi ketika ingin pertumbuhan tulang normal maka perlu juga protein hewani,'' papar Hardiansyah.

Bagi ibu hamil, mengonsumsi asupan protein hewani sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting pada janin yang ada dikandungannya. 

Baca Juga : 5 Tips Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan, Mudah Banget Loh

Hardiansyah mengatakan salah satu penyebab utama anak lahir stunting adalah karena komponen gizi yang tidak terpenuhi secara cukup, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Mengosumsi makanan tinggi protein hewani nyatanya tidak hanya dapat mencegah stunting, melainkan dapat juga menurunkan morbiditas maternal dan perinatal serta mencegah terjadinya pertumbuhan janin terhambat atau terjadinya eklamsia berat.

Jadi bagi calon ibu, ibu hamil, serta ibu menyusui harus memahami betapa pentingnya mengonsumsi atau memberikan asupan protein hewani untuk mencegah terjadinya anak mengalami stunting.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    BAGIKAN
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter