Beranda / Lifestyle

Benarkah Anak Kanker Pasti Mengalami Kebotakan? Bunda Wajib Tahu Nih

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:15 WIB
SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Ilustrasi anak kanker mengalami kebotakan (istock)

Ilustrasi anak kanker mengalami kebotakan (istock)

Penulis : Hartawan
Editor : Hartawan

JAKARTA, TERASJAKART.ID - Pernahkah melihat anak kanker mengalami kebotakan? Kenapa anak dengan kanker identik dengan kebotakan?

Anak kanker mengalami kebotakan karena salah satu konsekuensi dari pengobatan kanker, layaknya kemoterapi.

Kemoterapi adalah pengobatan sistemik yang kerap dipilih untuk mengobati kanker stadium lanjut.

Baca Juga : Harga Tiket Konser NCT Dream di Jakarta, Dijual Mulai Rp1 Juta

Kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker melalui pemberian infus ke pembuluh darah dan kerap menjadi media pengobatan yang efektif.

Biasanya kemoterapi diberikan dengan jadwal/waktu tertentu.

Tak hanya sekadar membunuh sel kanker, kemoterapi juga punya dampak lain yakni ikut membunuh sel-sel baik (sehat dan normal) di dalam tubuh. 

Terutama sel aktif yang sedang membelah diri seperti sel akar rambut, sel darah, dan sel selamput lendir mulut.

Baca Juga : Hobi Wisata Kuliner?, Ini Hidangan Khas Indonesia yang Wajib Kamu Cicipi

Kerusakan sel 'baik' dapat memberikan efek samping di tubuh salah satunya kebotakan atau bisa juga disebut dengan alopecia.

Cara Menangani Anak Kanker Mengalami Kebotakan

Jika anak mengalami kebotakan atas dampak dari pengobatan kanker, orang tua bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atas masalah yang ditimbulkan.

Menurut National Cancer Institue, terdapat beberapa saran yang mungkin dapat diterapkan kepada anak kanker mengalami kebotakan.

Rawat rambut dengan sebaik-baiknya: jika masih terdapat sisa pertumbuhan rambut di kepala anak, orang tua dapat menggunakan sisir dengan gigi yang jarang untuk menyisirkan rambut pada anak.

Baca Juga : Ancol Targetkan 150 Pengujung Selama Libur Imlek 2023

Hindari penggunaan hair dryer atau gel rambut yang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit kepala anak.

Jika anak diharuskan mencucui rambut, maka dapat menggunakan handuk yang lembut untuk mengusapkannya.Lindungi kulit kepala anak: di masa pertumbuhannya, anak-anak biasa bermain di luar ruangan bersma atman-teman demi mengalami masa pembelajaran terbaik di usia tumbuh kembangnya. 

Berbeda dengan anak seusianya, anak kanker mengalami kebotakan mungkin lebih banyak terpapar sinar matahari ke kulit kepalanya.

Oleh karena itu, orang tua bisa memberikan sunscreen atau topi agar kulit kepala anak tetap terlindung dari sinar matahari.

Baca Juga : Libur Imlek 2023, Ragunan Targetkan 50 Ribu Pengunjung

Dengarkan keluhan dan jaga komunikasi dengan anak: Anak bisa saja merasa marah, sedih, depresi, dan malu karena kebotakan yang terlihat tidak familiar dibanding dengan teman-teman seusianya.

Di sinilah peran orang tua pentig untuk mendengarkan keluh kesah anak. Pastikan agar anak meras didengarkan, dimengerti, dan didampingi agar tidak merasa melalui semuanya sendiri.

Biarkan anak terbuka secara jujur dengan perasaannya.

Tak perlu khawatir, kebotakan rambut pada anak dengan kanker sangat mungkin untuk tumbuh kembali dalam periode waktu 2-3 bulan pasca perawatan/pengobatan.

Baca Juga : KAI Gelar Promo Imlek 2023, Tiket Kereta Eksekutif Dijual Rp200 Ribu

Pada awal mula pertumbuhan rambut baru, rambut akan jadi lebih mudah patah.

Namun seiring berjaalannya waktu, rambut akan tumbuh normal dengan bentuk yang lebih lurus/ikal, tebal/tipis, namun perubahan ini hanya sementara.

Selanjutnya, rambut akan tetap kembali normal seperti biasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    SHARE
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link