Beranda / News

Jupiter Minta Pj Gubernur Tidak Asal Ganti Direksi BUMD

Minggu, 1 Januari 2023 | 02:15 WIB
SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter

Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter

Penulis : Yono
Editor : Mendiza

TERASJAKARTA.ID-Jupiter menilai, Heru yang baru sebulan berkuasa di Pemprov DKI Jakarta terkesan terburu buru dan gegabah dalam mengambil keputusan perombakan besar-besaran di BUMD tersebut. 

"Seakan perombakan itu hanya menjadi alat untuk kepentingan kelompok tertentu saja," kata Jupiter dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

Lebih lanjut politisi NasDem ini meminta Pj Gubernur agar fokus melanjutkan kebijakan gubernur sebelumnya dan bukan malah sebaliknya membuat keputusan yang bertentangan dengan apa yang sudah dirumuskan. 

Baca Juga : Jelang Munas, Arsjad Rasjid Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua Umum Perpani

"Karena Pj Gubernur hanya melaksanakn visi gubernur yang telah tertuang dalam RPD (Rencana Pembangunan Daerah) yang sudah disusun Anies Baswedan," ujar Jupiter.

Terkait keputusan tersebut, kata Jupite fraksi NasDem ingin Pj Gubernur mengklarifikasi alasan perombakan besar-besaran direksi Jakpro tersebut.

"Perombakan direksi Jakpro sangat tidak wajar. Jangan memimpin DKI Jakarta dengan cara-cara yang otoriter. Pj Gubernur tidak boleh memimpin Jakarta ini hanya dengan cara like and dislike," tegasnya. 

Baca Juga : Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono Mulai Dikecam

Jupiter berpendapat, sangat berbahaya  jika kebijakan yang dilakukan hanya karena tendensius terhadap yang dianggap lawan politik.

"Tentu masyarakat Jakarta akan menilai ada kepentingan yang terselubung untuk suatu kelompok, atau dirinya saja, kami menyarankan Mendagri mengevaluasi kinerja Pj Gubernur saat ini," demikian Jupiter.

Untuk diketahui Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono merombak posisi lima jabatan direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Salah satunya Iwan Takwin ditunjuk menjadi Direktur Utama perseroan tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BP BUMD DKI Jakarta Fitria Rahadiani mengatakan, pergantian anggota direksi itu diputuskan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) sirkuler (keputusan para pemegang saham di luar RUPS). Hal ini sudah sesuai dengan Pasal 91 UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

“Pemegang saham dapat juga mengambil keputusan yang mengikat di luar RUPS dengan syarat semua pemegang saham dengan hak suara menyetujui secara tertulis dengan menandatangani usul yang bersangkutan,” kata Fitria dalam keterangannya, Senin (28/11).

Diketahui, Iwan Takwin di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengemban amanah sebagai Direktur Proyek Jakarta International Stadium (JIS) Jakarta Utara. Setelah JIS selesai, Iwan diangkat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro.

Bahkan sebelumnya, Iwan pernah mengemban amanah sebagai Dirut PT Jakarta Solusi Lestari (JLS) yang merupakan anak usaha Jakpro, dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Proyek Jakarta International Velodrome dan Pembangunan LRT Fase I (Velodrome-Kelapa Gading).

Selain mengganti kursi direksi, pemegang saham dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta juga mengangkat Dwi Wahyu Daryoto sebagai Komisaris. Pada tahun 2018 lalu, Dwi sempat menjadi Dirut Jakpro setelah ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Proses pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris PT Jakarta Propertindo (Perseroda) telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Fitria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    SHARE
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link