Beranda / News

9 Kecelakaan di Masalembo Segitiga Bermudanya Indonesia yang Masih Jadi Misteri

Selasa, 24 Januari 2023 | 22:02 WIB
SHARE
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link
Perairan Masalembo Segitiga Bermudanya Indonesia. (ist)

Perairan Masalembo Segitiga Bermudanya Indonesia. (ist)

Penulis : Cahyono
Editor : Cahyono

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Perairan di sekitar Pulau Masalembo Segitiga Bermudanya Indonesia menyimpan banyak misteri. 

Pasalnya, di perairan Masalembo sering terjadi kecelakaan kapal ataupun pesawat.

Kecelakaan tersebut terjadi karena faktor alami pertemuan arus antara Laut Jawa, Selat Bali, Laut Flores, serta Selat Makassar.

Baca Juga : 1.235.689 Orang Sudah Vaksinasi Booster Kedua di Hari Pertama

Karena menjadi pertemuan sejumlah arus, wilayah Masalembo selalu dikaitkan dengan segitiga bermuda Indonesia. 

Adapun wilayah perairan Masalembo yang berada di Laut Jawa bagian timur seringkali diterpa cuaca buruk seperti ombak tingga dan arus air yang cukup kuat sehingga sering menimbulkan kecelakaan kapal bahkan pesawat terbang. 

Adapun berikut rentetan tragedi kecelakaan yang terjadi di Masalembo:

Baca Juga : Job Fair di Jakarta, Diikuti Lebih dari 60 Perusahaan Ternama, Terbuka Bagi Fresh Graduate

1. KMP Tampomas II (27 Januari 1981) 

Tragedi Kapal Motor Penumpang (KMP) Tampomas II menjadi salah satu kasus kecelakaan yang menyita perhatian. 

KMP Tampomas II yang merupakan kapal laut penumpang terbakar di tengah perjalanan dan karam di perairan Masalembo dan menelan ratusan korban jiwa.

2. Kapal Laut Senopati (30 Desember 2006) 

Kapal laut Senopati dinyatakan hilang pada dini hari tanggal 30 Desember 2006. Diduga cuaca buruk jadi penyebab tenggelamnya kapal laut Senopati.

Baca Juga : Lokasi Vaksinasi Booster Kedua di Balaikota Diserbu Warga

Kapal laut Senopati diketahui mengangkut 628 orang yang terdiri dari . Jumlah tersebut terdiri dari 542 penumpang, 57 anak buah kapal (ABK), dan 29 orang sopir truk dan kendaraan.

3. Pesawat Adam Air (1 Januari 2007) 

Tragedi kecelakaan pesawat Adam Air yang sangat memilukan ini terjadi pada tanggal 1 Januari 2007.

Baca Juga : Vaksinasi Booster Kedua Dinilai Penting Bagi Masyarakat, Epidemiolog: Kita Menghadapi Varian Baru

Pesawat udara Adam Air penerbangan 574 dengan nomer ekor PK- KKW dinyatakan hilang di atas perairan Masalembo.

Pada tragedi jatuhnya pesawat Adam Air menelan korban jiwa sebanyak 102 orang.

4. KM Mutiara Indah (19 Juli 2007) 

Tragedi kecelakaan di perairan Masalembo terjadi pada 19 Juli 2008.

Baca Juga : Vaksinasi Booster Kedua Dinilai Penting Bagi Masyarakat, Epidemiolog: Kita Menghadapi Varian Baru

KM Mutiara Indah dilaporkan tenggelam di perairan Masalembo.

5. KM Fajar Mas (27 Juli 2007) 

Sepekan setelah tenggelamnya KM Mutiara Indah, pada 27 Juli 2007, KM Mutiara juga dinyatakan tenggelam di perairan Masalembo. 

6. KM Sumber Awal (16 Agustus 2007) 

Baca Juga : Pemkab Cianjur Masih Mendata Korban Dampak Gempa

Belum genap sebulan setelah tragedi tenggelamnya KM Fajar Mas, pada 16 Agustus 2007, KM Sumber Awal dinyatakan tenggelam di perairan Masalembo. 

7. Kapal kargo (8 Juli 2008) 

Selanjutnya pada 8 Juli 2008 kapal kargo juga ditemukan karam di perairan Masalembo.

8. KM Teratai Prima (11 Januari 2009) 

Pada Minggu dini hari, tepatnya pada 11 Januari 2009, KM Teratai Prima dinyatakan tenggelam di perairan Masalembo setelah disapu angin puting beliung yang menyebabkan gelombang setinggi 2 meter.

Baca Juga : Vaksinasi Booster Kedua Dinilai Penting Bagi Masyarakat, Epidemiolog: Kita Menghadapi Varian Baru

Saat kejadian, kapal ini mengangkut 267 orang penumpang dan diperkirakan ada 103 penumpang gelap.

Dari kejadian tersebut, 36 orang berhasil selamat sementara sisanya dinyatakan hilang.

9. KMP Mutiara Sentosa I (9 Mei 2017) 

Baca Juga : Pemkab Cianjur Masih Mendata Korban Dampak Gempa

Sekitar 8 tahun kemudian, tepatnya pada 9 Mei 2017, perairan Masalembo kembali menelan korban.

KMP Mutiara Sentosa-I rute Surabaya- Balikpapan mengalami kebakaran di perairan Masalembo.

Kapal tersebut membawa 178 orang, terdiri dari 134 penumpang dan 44 anak buah kapal (ABK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    SHARE
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter Share Link