Beranda / Otomotif

3 Penyebab Motor Turun Mesin, Jangan Sampai Kantong Jebol

Terasjakarta.id - Sabtu, 21 Januari 2023
BAGIKAN
Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter
Penyebab turun mesin (Wahana Honda)

Penyebab turun mesin (Wahana Honda)

Penulis : Hartawan | Editor : Hartawan

JAKARTA, TERASJAKARTA.ID - Turun mesin biasa dikenal juga overhaul.

Saat terjadi turun mesin, para pemilik kendaraan jangan kaget jika biayanya cukup membuat kantong jebol.

Makanya para pemilik kendaraan harusnya mengindari beberapa penyebab motor turun mesin.

Saat motor mogok dan dibawa ke bengkel bisa saja teknisi akan menyarankan untuk turun mesin atau overhaul.

Ini merupakan istilah untuk menyebut aktivitas servis yang memungkinkan teknisi untuk melepas mesin dari sasis kendaraan, agar bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Baca Juga : Mengenal Hunter Scrambler 500, Motor Uji Praktik SIM CI

Tidak setiap kerusakan pasti divonis turun mesin.

Biasanya, hal ini akan dianjurkan oleh teknisi jika kerusakannya cukup parah, dan berada di bagian terdalam mesin sehingga harus dibongkar.

Biaya untuk perbaikan motor yang harus turun mesin ini cukup lumayan.

Kisarannya untuk motor bebek mulai Rp200.000, untuk pemeriksaan, pembongkaran, dan pemasangannya kembali.

Harga tersebut belum termasuk suku cadang yang mungkin harus diganti.

Baca Juga : Wajib Cek 5 Komponen Motor Ini Saat Musim Hujan Tiba

Semakin banyak yang rusak, semakin banyak yang harus diganti, dan semakin mahal pula biayanya.

Tak hanya biaya tinggi yang ditakuti oleh para pemilik motor kalau sampai turun mesin.

Tetapi juga motor yang sudah pernah turun mesin, harga jual kembalinya juga akan merosot drastis.

Sebenarnya terdapat ciri-ciri  ketika motor harus turun mesin.

Misalnya seperti ada asap putih mengepul dari knalpot, sulit starter, mesin cepat sekali panas, sampai hilangnya tenaga meskipun sudah digas sampai dalam.

Baca Juga : 4 Tips Merawat Kaliper Rem Motor, Jangan Sampai Lupa Nih

Nah berikut 3 penyebab motor turun mesin yang wajib diketahui para pemilik motor.

1. Malas Servis Berkala

Motor turun mesin yang banyak ditemui akibar malas melakukan servis berkala.

Faktanya, banyak pemilik motor yang bahkan tidak tahu kalau oli harus diganti secara berkala, juga pengecekan bagian motor secara keseluruhan.

Ganti oli haruslah dilakukan setiap 2.000 hingga 4.000 km sekali, atau setiap 2 hingga 3 bulan, tergantung mana dulu yang sudah dicapai.

Baca Juga : Cara Gampang Merawat Aki Basah dan Aki Kering, Bikin Motor Awet Terus

2. Modifikasi Mesin

Melakukan modifikasi mesin alias boreup juga punya dampak negatif.

Meskipun memungkinkan performa motor lebih meningkat, namun motor yang sudah di boreup harusnya mendapat perhatian lebih.

Ada beberapa tahapan bore-up yang biasa dilakukan, mulai dari yang standar hingga ekstrem.

Bore-up standar dilakukan dengan mengganti koil, busi, dan ECU, yang kemudian bisa meningkatkan pengapiannya.

Sementara yang ekstrem akan lebih banyak lagi yang dilakukan, termasuk mengubah diameter piston sampai mengganti stang piston untuk memperbesar cc mesin.

Setiap tahap bore-up akan menambah beban mesin dari standar pabrik, sehingga risiko cepat aus juga akan semakin besar, yang kemudian bisa berakhir dengan turun mesin.

Baca Juga : 7 Tips Hindari Titik Buta Saat Berkendara Motor, Sering Dianggap Sepele

3. Sering terkena banjir

Nekat menerobos banjir dengan mengendarai motor sejatinya merupakan hal yang sangat berisiko bagi motor.

Pasalnya, air bisa saja masuk ke daam mesin melalui filter udara.

Air yang masuk ini kemudian bercampur dengan oli.

Air bercampur oli yang kemudian terdistribusi untuk melumasi justru menimbulkan baret pada mesin bagian dalam.

Hal inilah yang nantinya bisa menimbulkan masalah besar.

Efek dari masuknya air dan bercampur dengan oli ini memang tidak langsung terasa.

Hanya saja, nantinya lama-lama kualitas pelumasan akan berkurang, apalagi kalau sampai muncul karat di dalam mesin akibat air.

Lama-lama stang piston pun bengkok.

Untuk memperbaikinya, motor pun harus turun mesin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    BAGIKAN
    Share Whatsapp Share Facebook Share Twitter