Advertisement

Fadli Zon Desak Polisi Usut Peretasan Akun Twitter Ferdinand

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
3 4 19 News
Fadli Zon Desak Polisi Usut Peretasan Akun Twitter Ferdinand

foto istimewa

terasjakarta.id - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon mendesak polisi mengusut pembajakan akun Twitter @Ferdinand_Haean, yang diretas. Apalagi Polri juga mempunyai unit cybercrime untuk menangani kasus tersebut.

"Jelas polisi harus usut, ini tugas cyber crime, unit yang mereka punya alatnya dan itu mudah kalau mereka mau (usut)," kata Fadli Zon kepada wartawan di Beranda Kitchen, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jakarta, Rabu (3/4/2019)

Menurut Fadli, akun media sosial diretas yang dimiliki kubu oposisi. Dia menduga pihak penguasa yang mempunyai akses untuk meretas akun media sosial.

"Saya kira ini agak kecenderungan hacker melakukan hack terhadap akun-akun medsos kalangan oposisi. Siapa yang mempunyai akses akun dan tentu penguasa atau mereka yang dekat kekuasaan," jelas Fadli.

"Saya kira ini bahaya bagi demokrasi kita cara menghack dan mengambil akun-akun itu," imbuh dia.

Akun tersebut diketahui milik Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Ferdinand sebelumnya juga sudah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri. Ferdinand memastikan video yang menampilkan foto-foto tak senonoh adalah editan.

Laporan Ferdinand teregister dengan nomor LP/B/0342/IV//2019/Bareskrim tertanggal 2 April 2018. Waktu kejadian dilaporkan terjadi pada pukul 23.00 WIB, Kamis (28/3).

Related Post

Comment