Advertisement

Gunung Agung Semburkan Abu Setinggi 5,1 Km

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
4 4 19 News
Gunung Agung Semburkan Abu Setinggi 5,1 Km

terasjakarta.id


Gunung Agung kembali erupsi dan menyemburkan abu setinggi 5.142 meter atau 5,1 kilometer, Kamis (4/4) pukul 01.31 Wita.

"Tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat," demikian pernyataan PVMBG dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/4).

Keterangan itu berdasarkan pos pengamatan Gunungapi Agung, Bali. 

Gemuruh erupsi terdengar sampai Pos Rendang, Bali. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm. 

"Durasi kurang lebih 3 menit 37 detik," tulis PVMBG.

Gunung Agung, saat ini berada pada status level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung. Agung. 

"Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru," tulis PVMBG.

Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. 

Area aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Related Post

Comment