Advertisement

Sengketa Lahan, Warga Bakar Kantor Perusahaan HTI

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
4 4 19 News
Sengketa Lahan, Warga Bakar Kantor Perusahaan HTI

terasjakarta.id


Dua kantor dan base camp PT Samhutani, perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) dibakar ratusan warga Ladang Panjang, Tanjung Rambai dan Muara Indung Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Peristiwa itu terjadi saat ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa menuntut penyelesaian sengketa lahan dengan PT Samhutani, Rabu (3/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Aksi massa tersebut berujung memanas setelah tuntutan mereka tidak dipenuhi hingga terjadi pembakaran kantor perusahaan PT Samhutani.

Ratusan massa itu mendatangi kantor tersebut dan tidak mencapai kesepakatan dengan perusahaan . 

"Tadi warga Ladang Panjang, Tanjung Rambai dan Muara Indung aksi di PT Samhutani yang berujung terjadinya pembakaran oleh massa," kata seorang karyawan Samhutani yang menolak ditulis identitasnya.
Ia mengatakan, dalam aksi itu, base camp dan kantor habis dibakar karena mereka menuntut pihak perusahaan hadir pada saat melakukan aksi.

"Selanjutnya kami menghubungi manajer atau humas perusahaan, tetapi situasi sudah terlanjur memanas karena warga tidak sabar," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana membenarkan kejadian itu dan menyebut kejadian tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian.

"Anggota kita sudah turun ke lokasi untuk penanganan lebih lanjut," kata Dadan.

Konflik lahan antara warga Ladang Panjang dengan PT Samhutani telah berlangsung sejak beberapa tahun silam.

Warga menganggap lahan seluas empat ribu hektare yang terbagi di tiga desa, yakni Desa Ladang Panjang, Desa Gunung Kembang dan Desa Tanjung Rambai diserobot perusahaan.

Tuntutan warga juga tak kunjung ditanggapi perusahaan, walaupun Pemkab Sarolangun sudah beberapa kali turun tangan.

Related Post

Comment