Advertisement

Guru Tari Ditemukan Tewas Dalam Koper di Blitar

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
4 4 19 News
Guru Tari Ditemukan Tewas Dalam Koper di Blitar

terasjakarta.id


Budi Hartanto (27) warga Kelurahan Tanaman, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur yang berprofesi sebagai guru tari ditemukan tewas di dalam koper yang ditemukan di semak-semak dekat sungai di Desa Karanggondang Kecamatan Udan Awu, Blitar, Jawa Timur.

Di rumah duka, ibu kandung Budi Hartono, Hamidah, tampak syok dan berkali-kali menangis histeris seolah-olah tidak percaya jika putera sulungnya tersebut meninggal secara tragis. Sejumlah tetangga juga tampak mulai berdatangan ke rumah duka untuk takziah.  

Menurut salah satu keluarga Budi Hartono, Nasuka (56), pihak keluarga menerima kabar duka tersebut sekitar pukul 12.00 WIB siang. Kabar itu diterima setelah tim Inafis berhasil mencocokan sidik jari dengan identitas korban. 

"Sesuai dengan sidik jari forensik, dipadukan dan dikroscek memang sesuai dengan data korban. Sekarang jenazahnya masih di rumah sakit Mardi Waluyo Blitar," Kata Nasuka, Rabu (3/4/2019) malam di rumah duka.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, Budi Hartono sempat pamitan kepada keluarganya pada Selasa 2 April 2019 kemarin untuk melakaukan aktivitasnya di Gelanggan Olahraga Jayabaya, Kediri. Aktivitas itu adalah melatih tari kepada murid-muridnya.

"Kemarin sore pamitan. Sehari-hari biasanya di kedai kopi di GOR, selain itu korban juga guru tari," katanya.

Setelah ditelusuri, Budi Hartono diduga membawa sejumlah uang dengan nominal yang cukup banyak saat ia meninggalkan rumahnya dengan menggunakan sepeda motor. Selain membawa sejumlah uang, Budi juga diketahui membawa laptop miliknya. 

"Katanya sih sempat online di grup Whatsapp. Berita dari teman guru tari WhatsApp terakhir jam sebelas malam kurang lima menit. Isinya whatsapp saya kurang paham. Setelah itu nggak ada kabar, dihubungi enggak bisa," ucap Nasuka.

Setahu Nasuka, selama hidupnya, Budi tidak memiliki musuh sama sekali, karena selama ini yang bersangkutan dikenal Sebagai pribadi yang periang dan mudah bersosialisasi dengan siapa saja.

Penemuan jenazah Budi Hartono bermula ketika seorang pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, bernama Iman, sedang mencari rumput untuk ternaknya.

Iman ketika itu merasa penasaran dan ingin melihat dari dekat isi koper warna hitam. Sontak matanya terbelalak ketika mengetahui jika di dalam koper itu ternyata berisi jenazah manusia yang tidak memakai pakaian sehelai pun.

Selanjutnya saksi kemudian melapor ke Polsek terdekat. Guna kepentingan penyelidikan koper berukuran 60x 40 cm itu dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Blitar untuk proses autopsi.

Related Post

Comment