Boleh Apa Tidak Bawa Sepeda di MRT? Ini Penjelasannya

Potan 4 4 19 News
Boleh Apa Tidak Bawa Sepeda di MRT? Ini Penjelasannya

foto istimewa

terasjakarta.id

Moda raya terpadu ( MRT) menyediakan tempat khusus bagi penumpang yang membawa sepeda lipat. Penumpang yang bawa sepeda dengan ukuran yang sudah ditentukan, MRT tidak akan memungut biaya tambahan.

Menurut Corporate Head Secretary PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Muhammad Kamaludin, satu sepeda lipat berukuran tidak lebih dari 70x48 sentimeter diperbolehkan dibawa seorang penumpang MRT.

Kamaludin mengatakan, sepeda lipat yang dibawa penumpang tersebut dapat disimpan di tempat penumpang lansia maupun disabilitas biasa meletakkan kursi rodanya, yakni gerbong tiga dan gerbong empat MRT.

“Sepeda lipat bisa disimpan di gerbong tiga dan empat di mana tempat tersebut biasa dikhususkan untuk bawa kursi roda. Jadi apabila tidak ada yang bawa kursi roda, tempat tersebut menjadi prioritas keduanya orang parkir sepeda,” ujar Kamaludin di Jakarta, Kamis (4/4/).

“Sudah kami uji coba bersama dengan komunitas sepeda meletakkan sepedanya di tempat prioritas dan terbukti tidak goyang dan jatuh,” tambahnya.

Menurut Kamal, di tempat prioritas tersebut, penumpang bisa menyimpan sekaligus tiga sepeda.

Ia memastikan, diperbolehkannya penumpang membawa sepeda lipat tidak akan mengganggu penumpang lainnya.

“Saya rasa tidak (mengganggu) kalau penumpang yang bersepeda menjinjing sepedanya dan menyimpannya dengan benar,” kata Kamal.

Saat ini, kata dia, pihak MRT tengah menyiapkan aturan naik MRT dalam bentuk poster di titik stasiun-stasiun.

Related Post

    Article not found!

Comment