Motif Pembunuhan Jenazah Guru Honorer Tanpa Kepala Diduga Karena LGBT, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
4 4 19 News
Motif Pembunuhan Jenazah Guru Honorer Tanpa Kepala Diduga Karena LGBT, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

terasjakarta.id


Penemuan koper berisi jenazah di pinggir sungai bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar menggegerkan publik. Jenazah yang diketahui sebagai seorang pria bernama Budi Hartanto tersebut ditemukan di sebuah koper dengan kondisi tanpa kepala.

Budi diketahui berprofesi sebagai seorang guru honorer dan instruktur tari. Ia merupakan seorang warga Tamanan, Kota Kediri. Orangtua Budi mengaku jika sang anak sudah tidak pulang sejak Selasa (2/4) malam. Nahas, Budi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Rabu (3/4).

Untuk saat ini, polisi gabungan Polres Blitar Kota dan Polres Kediri yang didukung oleh Ditreskrim Polda Jatim tengah melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah didatangkan untuk menemukan motif pembunuhan Budi.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, menjelaskan sudah mendatangkan saksi yang terdiri atas teman dan juga keluarga korban. Sempat beredar isu jika kematian Budi didasari oleh kasus LGBT. Namun, polisi masih terus menyelidiki penyebab sebenarnya.

"Info yang berkembang (di luar) memang seperti itu, kebetulan rekan-rekan korban kebanyakan seperti itu," terang Heri Sugiono seperti dilansir Surya.co.id pada Kamis (4/4). "Namun, kami tetap sesuai fakta. Karena hasil otopsi dari forensik juga belum keluar."

Isu mengenai teman Budi yang gemulai tersebut juga dibenarkan oleh kerabat korban yang bernama Surahmat. "Budi (korban) mbanceni (gemulai), tapi orangnya baik, ramah dengan warga, supel bergaul dan baik dengan orangtua," terang Surahmat dilansir TribunNews.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, menyebutkan sudah memeriksa 12 saksi terkait kematian Budi. Saksi tersebut adalah orang-orang terdekat yang terakhir kali berada bersama Budi. Kendati demikian, Barung masih belum mendapatkan kabar pasti mengenai motif pembunuhan Budi.

"Ada 12 saksi yang kami periksa, mereka adalah orang-orang terdekat korban dan yang terakhir bersama korban," terang Barung pada Kamis (4/4). "Kita hormati penyidik yang sedang bekerja di lapangan. Semoga segera ada titik terang."

Jenazah Budi dimakamkan oleh keluarga pada Kamis (4/4). Setelah disalatkan dan didoakan, keluarga memutuskan untuk segera memakamkan jenazah Budi meski kepalanya masih belum ditemukan.

Related Post

    Article not found!

Comment