Loading...

Advertisement

Caleg Gerindra: Larangan Merokok Saat Berkendara Harus Ditegakkan

 Caleg Gerindra: Larangan Merokok Saat Berkendara Harus Ditegakkan
Editor : Potan News — Jumat, 5 April 2019 16:15 WIB
terasjakarta.id


Caleg DPRD DKI daerah pemilihan 6 Jakarta Timur nomor urut 6 dari Partai Gerindra, Rina R Arifien mendukung aturan larangan merokok bagi pengendara motor saat mengoperasikan kendaraannya di jalan.

Menurutnya, aturan tersebut juga berlaku bagi pengendara roda empat sebab berkendara sambil merokok akan mengganggu keselamatan pengendara lainnya.

“Saya sangat mendukung kebijakan larangan merokok bagi pengendara roda dua, karena itu menjadi salah satu instrumen kebijakan yang menuju pada ketertiban umum,” ujar Rina di Jakarya Timur, Jumat (5/4).

Rina mengatakan, aturan tersebut tidak lain bertujuan untuk melindungi serta menjamin keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain.

“Bahayanya kalau abu rokok yang terbang itu kena ke mata pengendara lain, kan akibatnya bisa sangat berbahaya,” tegasnya.

Oleh karenanya, ia berharap agar aturan tersebut dapat diberlakukan bagi setiap pengendara baik roda dua maupun roda empat dan penumpangnya.

Sehingga diharapkan kesadaran pengguna jalan terhadap keselamatan berkendara dapat meningkat.

Terkait ganjaran bagi pelanggarnya, Rina berharap denda maksimal yang diberikan yakni sebesar Rp750.000 hingga ancaman pencabutan SIM dapat memberikan efek jera bagi mereka.

“Kita harapkan sanksi yang diberikan bukan sekedar teguran, tetapi benar-benar bisa memberikan efek kesadaran yang membuat mereka berfikir dua kali untuk merokok di jalan,” terangnya.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya mulai menerapkan aturan larangan merokok bagi pengendara sepeda roda dua setelah keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Aturan tersebut mulai diberlakukan pada 11 Maret 2019 lalu. Selama penerapan, sebanyak 652 pengendara diganjar surat tilang akibat melanggar aturan tersebut.

Aturan tersebut mulai diberlakukan pada 11 Maret 2019 lalu. Selama penerapan, sebanyak 652 pengendara diganjar surat tilang akibat melanggar aturan tersebut.

Bagi mereka yang melanggar akan dikenakan Pasal 283 atas pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan tiga bulan penjara atau denda Rp750.000.





Caleg Gerindra: Larangan Merokok Saat Berkendara Harus Ditegakkan

Loading...

Related Post