Advertisement

Bom Meledak di Sekolah Yaman, Renggut 2 Nyawa Anak

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
5 4 19 News
Bom Meledak di Sekolah Yaman, Renggut 2 Nyawa Anak

ilustrasi

terasjakarta.id - Tragis! Dua anak-anak tewas setelah sebuah bom yang belum meledak, tiba-tiba meledak di sekolah mereka yang ada di wilayah Sanaa, Yaman. Sekitar delapan anak lainnya mengalami luka kritis akibat ledakan bom tersebut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (5/4/2019), insiden ini dilaporkan oleh badan anak-anak PBB atau UNICEF dalam pernyataan terbarunya. Disebutkan UNICEF bahwa ledakan bom itu terjadi pada Rabu (3/4) waktu setempat, di dalam Sekolah Al-Fatah yang ada di distrik Hamdan, Sanaa yang dikuasai pemberontak Houthi.

Menurut UNICEF, insiden ini berawal saat salah satu anak menemukan bom yang belum meledak itu dan membawanya ke sekolahnya. Bom itu kemudian dipamerkan si anak kepada teman-temannya di sekolah.

Saat itulah tiba-tiba bom meledak. Anak-anak yang menjadi korban dilaporkan berusia antara 12-14 tahun.

UNICEF menyatakan bahwa anak-anak seringkali menjadi korban bom atau perlengkapan perang yang belum meledak, karena mereka tidak menyadari bahaya yang dimiliki objek-objek tersebut.

"Kemungkinan besar, seperti yang sudah kita lihat di Suriah, Irak dan di wilayah lainnya, bahwa anak-anak akan terus menjadi korban bahkan saat terjadi jeda dalam konflik atau saat kekerasan berakhir," sebut Kepala Komunikasi UNICEF untuk wilayah setempat, Juliette Touma.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan nyaris 10 ribu warga Yaman dalam konflik sejak tahun 2015, saat Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melancarkan operasi militer untuk membantu pemerintah Yaman melawan Houthi yang melakukan pemberontakan.

Kelompok-kelompok HAM global menyebut jumlah korban tewas yang sebenarnya jauh lebih banyak. Konflik Yaman yang tak kunjung berakhir telah membawa jutaan warga Yaman di ambang kelaparan massal. PBB menyebut konflik Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Related Post

Comment