Hasil Pemeriksaan RS Polri: Romahurmuziy Alami Gangguan Pencernaan

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
6 4 19 News
Hasil Pemeriksaan RS Polri: Romahurmuziy Alami Gangguan Pencernaan

terasjakarta.id


Pihak RS Polri telah memeriksa tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy alias Rommy. Dari hasil pemeriksaan tim dokter umum dan bedah diketahui ada gangguan di saluran pencernaan mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

"Hasil dari pemeriksaan kelihatannya keluar air besar pendarahan disimpulkan ada kelainan," kata Kepala Rumah Sakit POlri Brigjen Pol Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, JakartaTimur, Jumat (5/4).

Musyafak mengatakan, hasil itu diketahui setelah Rommy menjalani pemeriksaan sejak Jumat pekan lalu di Instalasi Gawat Darurat dengan ditangani tim dokter umum dan dokter bedah. Namun, kata Musyafak, tim dokter saat itu memberikan toleransi bahwa Rommy masih bisa menjalani rawat jalan.

"Hari Jumat kemarin Rommy kembali lagi ke rumah sakit karena mengeluh kembali penyakitnya," ujar Musyafak.

Menurut Musyafak, Selasa kemarin Rommy kembali mengeluhkan mengalami gangguan pencernaan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter diputuskan dilakukan perawatan.

"Selanjutnya sehingga kemarin hari Kamis sudah melakukan pemeriksaan koronus kopi untuk mengetahui saluran pencernaan bagian bawah di mana didapatkan infeksi di saluran bawah dan pelebaran di pembuluh darah bagian bawah," kata Musyafak.

Hasil pemeriksaan pun diketahui Rommy mempunyai riwayat penyakit batu ginjal pada 1997. Oleh sebab itu, rencananya tim dokter RS Polri akan kembali melakukan pemeriksaan.

"Jadi intinya dengan adanya kelainan dan keluhan serta pemeriksaan masih di putuskan masih di rawat dan kondisi saat ini stabil hanya saja ada keluhan buang air besar keluar darah segar," kata dia.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa aturan hukum yang berlaku terhadap Rommy tetap dijalankan meski mantan Ketua Umum PPP itu kini dibantarkan ke RS Polri, Kramat Jati. KPK menegaskan tetap melakukan pengawasan dengan ketat.

"Begini semua pihak yang dibantarkan itu masih berstatus sebagai tahanan. Maka aturan-aturan terkait penahanan juga berlaku di sana, dan KPK tentu melakukan pengawasan-pengawasan di manapun itu," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/4).

Febri mengatakan, pengawasan ketat terhadap Rommy dilakukan untuk menghindari terjadinya pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukan Romi. KPK juga akan tetap membatasi siapa saja yang bisa bertemu dengan Rommy di RS Polri.

"KPK akan berkoordinasi dengan pihak Polri untuk memastikan tidak adanya pelanggaran-pelanggaran terkait dengan pertemuan dengan pihak lain, atau pelanggaran-pelanggaran yang lain," kata Febri.

Rommy sendiri dibantarkan penahanannya ke RS Polri sejak 2 April 2019, kemarin. Febri tak membeberkan penyakit yang dialami Romi.

"Kalau yang saya tanya ke dokter tadi, keluhan tersebut adalah keluhan penyakit yang lama ya, tapi keluhannya persisnya seperti apa tidak tepat kalau saya yang menyampaikan," kata Febri.

Febri berharap Rommy segera sehat dan bisa menjalani proses hukum di lembaga antirasuah. Lagipula, menurut Febri, semakin lama Romi dibantarkan, maka yang akan mengalami kerugian adalah Rommy sendiri.

"Sebenarnya pembantaran itu juga bisa dalam tanda kutip merugikan pihak tahanan, karena hari pembantaran itu tidak dihitung sebagai masa penahanan. Jadi nanti jika misalnya diputus oleh pengadilan itu tidak akan dihitung sebagai faktor mengurangi pemidanaan," kata Febri.

Sementara itu, terkait dengan biaya perawatan Rommy di RS Polri, Febri memastikan pihak KPK akan menanggung sepanjang dalam batasan nilai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Kalau lebih dari (batasan nilai BPJS) itu tentu saja KPK tidak bisa melakukan pembayaran. Dalam konteks ini karena prosesnya masih berjalan saya kira belum ada informasi (pembiayaan) itu," kata Febri.

Related Post

Comment