Keluarga Korban Jambret Maut di Kuningan Berharap Biaya Operasi Dicover BPJS

Bungaeka 7 4 19 News
Keluarga Korban Jambret Maut di Kuningan Berharap Biaya Operasi Dicover BPJS

terasjakarta.id


Ajeng Hendrawati (22) korban jambret maut di Jalan HR Rasuna Said, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, selesai menjalani operasi patah kaki dan tangannya.

Keluarga korban, berharap, biaya operasi yang dilakukan di RS Pelni, Palmerah, Jakarta Barat, itu bisa dicover oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS).

"Kalau dari Grab (ojek online) sudah membantu. Kami juga usaha kemana-mana, seperti Jasa Raharja. Mudah-mudahan saja BPJS meng-cover," harap Evi, ibu dari Ajeng, kepada Warta Kota, Minggu (7/4/2019).

 

Ajeng sendiri menurut Evi, mulai masuk ke kamar operasi Jumat (5/4/2019) sekira pukul 24.00. Lalu operasi selesai pada Sabtu (6/4/2019) pukul 06.00.

 

Ajeng menjalani operasi patah tulang pada paha kanan, tulang kering kaki kiri, serta jari manis dan kelingking pada tangan kanan.

 

"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Ajeng juga sudah sadar. Meski belum banyak bicara dan bisa makan banyak. Tadi waktu sadar dia cuma bilang kedinginan," kata Evi.

 

Evi bersama keluarga lainnya belum berani menanyakan banyak hal mengenai kejadian yang menimpanya.

 

Pasalnya, ia masih melihat kondisi Ajeng yang masih lemas dan belum stabil.

 

"Dia masih terlihat lemas. Kakinya juga belum bisa digerakkan karena habis operasi dan masih kesakitan. Kami belum berani tanya macam-macam dan kasih tahu bahwa temannya, Ria, meninggal pas kejadian kemarin. Takut down," kata Evi.

Evi melanjutkan, bahwa Ajeng memilih untuk bekerja sebagai ojek online untuk coba-coba merasakan dunia kerja.

 

Pasalnya, Ajeng tinggal menyisakan dua semester untuk menyelesaikan kuliahnya.

 

"Dia coba-coba saja, karena kan kuliahnya tinggal sedikit lagi selesai," kata Evi.

 

Namun, Evi juga mengatakan bahwa Ajeng memang sosok yang pemberani.

 

Meskipun ia sendiri kaget dengan keberanian Ajeng mengejar para pelaku jambret tersebut.

 

"Dia emang nggak pernah ikut bela diri. Tapi memang anaknya nggak pernah takut, dia pemberani," jelasnya.

 

Selain itu, ia berharap agar polisi juga meningkatkan keamanan khususnya ketika pada malam hari di seluruh wilayah. Salah satunya dengan memperbanyak patroli.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Keluarga Korban Jambret Maut di Kuningan Berharap Biaya Operasi Dicover BPJS, http://wartakota.tribunnews.com/2019/04/07/keluarga-korban-jambret-maut-di-kuningan-berharap-biaya-operasi-dicover-bpjs-?page=2.

Related Post

    Article not found!

Comment