Neno Warisman Usul 18 April Konser Puisi Kemenangan

Bahar 8 4 19 News
Neno Warisman Usul 18 April Konser Puisi Kemenangan

foto istimewa

terasjakarta.id - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman, turut membacakan puisi dalam peluncuran antologi puisi karya Fadli Zon. Puisi yang dibacakan Neno berjudul 'Tangan Besi', yang menurut Neno, ditulis khusus setelah dirinya mengalami persekusi.

"Sajak Tangan Besi. Puisi ini ditulis Fadli, dan kalau saya boleh merasa luar biasa karena puisi ini ditulis untuk saya ketika saya dilempari batu, kemudian diancam mau dikuliti, mau dicincang, mau dibunuh. Begitu banyak wajah di sisi jendela mobil. Sampai ada petugas yang menanyakan 'ibu punya anak kan, ibu punya keluarga kan?' ucap Neno di Aljazeerah Polonia, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019).

"Dalam masa-masa seperti itu, ada seorang sahabat yang betul-betul sejak persekusi pertama sampai persekusi berikutnya, yang terus-menerus mendampingi saya. Namanya Fadli Zon," imbuhnya.

Neno lalu membacakan puisi itu dengan gaya musikalisasi. Seusai aksinya tersebut, Neno melempar usulan agar digelar konser Puisi Kemenangan untuk menyambut jika Prabowo menang pilpres 17 April mendatang.

"Kelihatannya hari pertama kemenangan, begitu tanggal 17 April, insyaallah saya usul gimana nanti kalau tanggal 18 April sudah kita bikin konser puisi kemenangan. Tinggal bikin satu lagi puisi, puisi kemenangan. Setuju? Setuju, ya?" ungkap Neno.

Fadli Zon meluncurkan antologi puisi berjudul 'Ada Genderuwo di Istana'. Buku ini disebutnya sebagai antologi puisi keempat yang ia tulis dan berisi 25 puisi yang terkait dengan kondisi politik ekonomi pada pemerintahan saat ini.

Fadli ingin antologi puisinya ini bisa memotret peristiwa sejarah. Fadli menyebut peluncuran buku ini sebagai sebuah variasi.

"Supaya ada variasi. Artinya, sebenarnya dari dulu puisi bisa mencerminkan sikap politik, kritik. Misal, Rendra dulu potret pembangunan dalam puisinya luar biasa kritis dan tajam pada pemerintahan zaman itu. Mengekspresikan melalui puisi lebih terkontrol. Dan saya kira tidak ada deliknya, karena ini ekspresi perasaan," sebut Fadli.

Selain Neno, hadir sejumlah tokoh yang bergantian membacakan puisi dari antologi tersebut. Tokoh yang hadir di antaranya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Wakil Ketua BPN Neno Warisman, dan koordinator juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak.

Hadir pula sejumlah musisi dan budayawan, di antaranya Sang Alang, Tio Pakusadewo, Ridwan Saidi, Dipo Alam, Jose Rizal Manua, Camelia Malik, Evi Tamala, dan Fauzi Baadila.

Puisi-puisi dalam 'Ada Genderuwo di Istana' disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris setebal 84 halaman. Dalam buku tersebut, dilampirkan pula kliping judul-judul berita yang menampilkan pemberitaan soal Fadli dan puisinya. Buku tersebut dilengkapi prolog yang ditulis oleh Rocky Gerung serta epilog yang ditulis oleh Ridwan Saidi.

Related Post

Comment