Jokowi Diminta Tutup Lion Air Jika Tak Segera Bayar Ganti Rugi,

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
8 4 19 News
Jokowi Diminta Tutup Lion Air Jika Tak Segera Bayar Ganti Rugi,

terasjakarta.id


Kantor Advokat Kailimang dan Ponto, kuasa hukum sejumlah keluarga korban Lion Air JT-610 meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup maskapai Lion Air jika tidak segera membayar ganti rugi atas kecelakaan pesawat. 

Campur tangan Jokowi dinilai relevan mengingat pemilik Lion Air Rusdi Kirana merupakan mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan telah diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Malaysia.

"Apa karena kekuasaan yang punya Lion ini (Rusdi) yang kebetulan dekat dengan kekuasaan maka dia bisa mempermainkan rakyat?," ujar pendiri Kantor Advokat Kailimang dan Ponto Denny Kailimang dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/4).


Saat ini, Kantor Advokat Kailimang dan Ponto menjadi kuasa hukum dari 11 keluarga korban kecelakaan Lion Air JT-610 yang jatuh pada tahun lalu. Korban tersebut, antara lain Eka Suganda, Shandy Johan, dan Niar Ruri Sunariyati Sugiono.

Denny mengungkapkan ganti rugi maskapai terhadap keluarga korban dijamin oleh Undang-undang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Dalam Pasal 3 huruf a Permenhub 77/2011, penumpang yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat udara diberikan ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar. Kemudian, pasal 23 beleid yang sama menyatakan besaran kerugian tidak menutup kesempatan bagi ahli waris menuntut ke pengadilan.

Namun, kesebelas korban hingga kini belum menerima ganti rugi karena menolak menandatangani dokumen release and discharge (R&D) yang disodorkan oleh maskapai. 

Dokumen tersebut mewajibkan keluarga dan ahli waris melepaskan hak menuntut kepada pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan. Padahal, dokumen R&D bukan merupakan syarat pemberian ganti rugi yang diatur dalam ketentuan.

"Lion harus melaksanakan kewajiban-kewajibannya sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ada, yang normatif," ujar politisi Partai Demokrat ini.

sumber: cnnindonesia.com

Related Post

Comment