Ratna Sarumpaet Kembali Jalani Sidang Lanjutan

Potan 9 4 19 News
Ratna Sarumpaet Kembali Jalani Sidang Lanjutan

foto istimewa

terasjakarta.id


Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan empat saksi akan dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Menurut koordinator JPU Daru Tri Sadono, empat saksi yang dihadirkan yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ruben, Chairulah, dan Harjono.

"Iya, insya Allah keempat sakski itu akan hadir hari ini," ujar Daru di PN Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Adapun Said Iqbal menjadi saksi dalam persidangan lantaran diduga turut hadir di rumah Ratna Sarumpaet. Kedatangannya untuk mendengarkan cerita dari Ratna setelah mengaku menjadi korban penganiyaan. Said Iqbal juga ikut ke Lapangan Polo pada 2 Oktober 2018 untuk bertemu Ratna dan Prabowo Subianto.

Sementara untuk Ruben merupakan saksi yang sempat disebut dalam persidangan sebelumnya lantaran pernah datang ke rumah Ratna usai pengakuan telah berbohong terkait penganiayaan.

Kemudian untuk Chairulah dan Harjono merupakan dua orang yang melakukan demonstrasi. Aksi tersebut bertujuan mendorong pihak terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Keempat saksi yang dihadirkan JPU tersebut bakal dimintai keterangan terkait unsur-unsur dakwaan terhadap terdakwa Ratna Sarumpaet.

"Ya tentu berkaitan dengan yang jelas berkaitan dengan unsur-unsur dari dakwaan. Kan semua bisa berkembang di persidangan," jelas Daru.

Ia juga menegaskan bahwa ajudan Prabowo Subianto tidak akan menjadi saksi dalam persidangan kali ini. "Kemungkinan itu nanti kita lihat di jadwal sidang berikutnya," kata Daru.

Kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.



Related Post

    Article not found!

Comment