Advertisement

8 Kalimat yang Kamu Ucapkan Ini Adalah Tanda Mentalmu Sedang Gak Sehat

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
9 4 19 Wow
8 Kalimat yang Kamu Ucapkan Ini Adalah Tanda Mentalmu Sedang Gak Sehat

terasjakarta.id


Menjaga kesehatan mental terutama di era yang sangat demanding seperti ini sangatlah penting. Bila tidak, stres, gangguan kecemasan, hingga depresi akan lebih mudah dialami.

Adapun salah satu hal yang paling krusial ketika seseorang mengalami gangguan kecemasan atau kesehatan mental lainnya adalah self-talk. Ketika berada dalam situasi mental yang down, suara-suara dalam pikiran akan menjadi tidak terkendali. Dalam kondisi ini, kemampuan untuk mengendalikan diri sendirilah yang sangat menentukan.


Untuk itu, sekalipun pada tingkat tertentu seseorang yang mengalami masalah dengan kondisi mentalnya membutuhkan pihak ahli untuk membantunya keluar dari 'lingkaran' tersebut, kemampuan mengendalikan diri sendiri tetap berperan sangat penting. Paling tidak, untuk menghindari berbagai risiko buruk akibat gangguan kesehatan mental, hentikan kebiasaan mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini.

1. "Aku sangat bodoh"

Bersikaplah lebih lembut, santun, dan hormat kepada diri sendiri. Setiap orang pasti pernah mengalami kesalahan, tetapi jangan sampai terkungkung dalam pikiran dan emosi negatif tersebut terus menerus. Terima saja kenyataan bahwa hal tersebut memang terjadi, jujur terhadap perasaan sendiri, dan tidak perlu mengubah apa yang telah menjadi masa lalu.

2. "Ini adalah hal terburuk yang pernah terjadi"

Ketika hanya melihat bagian terburuk dari suatu hal dan terus berkubang dalam lingkup tersebut, rasa kecewa dan cemas akan semakin melambung. Dibandingkan demikian, lebih baik sadari saja apa yang sedang dirasakan. Bahkan, pernyataan yang lebih jujur dan terbuka seperti, "Aku merasa sangat takut.." akan lebih membantu melepaskan beban.

3. "Bagaimana jika..."

Kalimat ini seolah menjadi template bagi orang-orang yang memiliki gangguan kecemasan. Dibandingkan bingung dan berusaha keras untuk mengubah masa lalu atau mewujudkan fantasi yang tidak berarti, fokus saja terhadap momen saat ini. Seperti kata pepatah, live the life.

4. "Ini semua salahku"

Tidak menyalahkan orang lain atau faktor eksternal terhadap hal-hal buruk yang terjadi merupakan sebuah tindakan yang bijak dan dewasa. Namun, bila pernyataan "semua ini salahku" terus bermain di dalam benak tanpa henti, hati-hati. Pasalnya, kalimat ini hanya akan melemahkan diri sendiri.

5. "Aku tidak bisa melakukannya"

Wajar bila tengah dilanda stres tinggi, gangguan kecemasan, atau depresi membuat seseorang merasa begitu terpuruk dan seolah-olah tidak dapat kembali melanjutkan hidup. Namun, kewajaran ini bukan berarti tidak perlu dihentikan. Setiap kali emosi negatif tersebut muncul, penting untuk mengingat bahwa hal-hal buruk yang terjadi, bahkan sesering apa pun, hanya terjadi untuk sementara waktu.

6. "Ini selalu sama"

Terutama bila seseorang pernah mengalami gangguan kecemasan sebelumnya dan kembali mengalaminya, pikiran semacam ini sangat besar potensinya akan muncul. Namun, pikiran bahwa hal-hal buruk terus menerus terjadi akan memerangkap diri di dalam lingkaran kecemasan yang tidak berkesudahan. Harapan dan optimisme mungkin menjadi hal yang seolah begitu susah diraih dalam situasi seperti ini, tetapi bagaimanapun, dua hal tersebut adalah kuncinya.

7. "Seluruh rencana menjadi kacau"

Hidup tidak selalu berjalan mulus sesuai ekspektasi. Ketika realita tidak berjalan sesuai rencana, hindari untuk terus merasa kesal dan kecewa. Cobalah berbicara dengan diri sendiri, tanyakan, apakah hal ini akan masih relevan hingga beberapa tahun ke depan? Benarkah tidak ada opsi lain untuk terus melanjutkan hidup? 

8. "Aku harus melakukan ini dengan sempurna"

idak perlu memaksakan diri sendiri untuk selalu menjadi yang sempurna dalam apa pun. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Alih-alih memaksa diri untuk melakukan sesuatu dengan sempurna, ganti mindset menjadi melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin.

Segala sesuatu selalu diawali dari diri sendiri dengan kebiasaan-kebiasaan kecil yang mungkin tidak benar-benar disadari. Pun dalam menjaga kesehatan mental sendiri, cobalah untuk selalu melihat dari sudut pandang lain yang lebih bijak dan menjadi lebih santun terhadap diri sendiri.

Related Post

Comment