Kampanye di Masjid, Caleg DPR RI Gerindra Jadi Tersangka

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
16 4 19 Jakarta style
Kampanye di Masjid, Caleg DPR RI Gerindra Jadi Tersangka

foto istimewa

terasjakarta.id - Seorang caleg DPR RI dari Partai Gerindra berinisial NR diduga berkampanye di masjid dan melakukan politik uang di Sukoharjo, Jateng. Dia kini berstatus sebagai tersangka.

Caleg perempuan itu diduga melakukan pelanggaran pada pertengahan Maret 2019 lalu. Setelah melalui tahap klarifikasi dan sebagainya, kasus kemudian dilimpahkan ke kepolisian pada awal April 2019.

"Kini memasuki tahap penyidikan, namun yang bersangkutan Kamis pekan lalu tidak bisa hadir karena baru melahirkan. Pekan ini akan kami panggil lagi," kata Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, seperti dilansir dari detikcom, Selasa (16/4/2019).

Adapun pelanggaran dilakukan di sebuah masjid di Kecamatan Kartasura. Tersangka melakukan kampanye kepada kelompok bank sampah PKK.

"Di situ ada atribut kampanye, kalender dan ada peragaan mencoblos," ujar Bambang.

Selain kampanye di tempat ibadah, NR juga diduga melakukan politik uang. Dia memberikan uang Rp 300 ribu kepada kelompok tersebut.

"Berapapun uangnya, tetap masuk kategori politik uang. Namun kasus ini lebih ke arah pelanggaran di tempat ibadah," ujarnya.

NR dijerat dengan Pasal 280 ayat 1 huruf h tentang kampanye ditempat ibadah dan huruf j tenatang politik uang. Dia terancam hukuman penjara maksimal dua tahun.

Related Post

Comment