JUARA Sebut Pidato Prabowo Bagian Strategi Kontra Intelijen

Potan 19 4 19 RI-1
JUARA Sebut Pidato Prabowo Bagian Strategi Kontra Intelijen

foto istimewa

terasjakarta.id


Koordinator Nasional Jokowi Suara Hati Rakyat (JUARA) Troy Evelon Pomalingo menilai, pidato capres 02 Prabowo Subianto yang menyebut menang dari hasil Quick Count adalah bagian dari langkah strategi kontra intelijen yg diambil oleh tim BPN 02 dimana mereka mengumumkan menang dengan selisih 5 persen lebih sebagai 'declare diawal.' 

Hal itu disampaikan Troy dalam menanggapi banyaknya pertanyaan relawan milenial dan pendukung Jokowi-Ma’ruf seluruh Indonesia kepada dirinya tentang kebenaran dari pasangan calon pilpres 2019.

Menurut Troy, semua pendukung tetap melihat hasil perhitungan cepat dan tidak terpengaruh dengan isu-isu diluaran. 

"Maka disini saya sampaikan bahwa hasil quick count atau perhitungan cepat yang menang adalah pasangan 01, adapun klaim kemenangan pasangan 02 itu adalah bagian dari langkah strategi kontra Intelijen yang diambil oleh tim BPN 02 dimana mereka mengumumkan menang dengan selisih 5 persen," ujar Troy saat dihubungi, Jumat (19/4).

"Saya juga berharap semua pendukung Jokowi untuk tidak mendengarkan dan percaya pada hal-hal yang memperkeruh suasana. Semua relawan dan pendukung tetap jaga hasil pemilu," tambahnya.

Lebih lanjut Troy menilai, saat ini ada indikasi menciptakan keadaan menjadi tidak kondusif. Pidato Prabowo pihaknya menganggap suatu langkah bertujuan menciptakan situasi menjadi kacau yang berujung pada pencapaian kemenangan palon 02.

"Tidak perlu percaya dengan penyampaian klaim kemenangan melalui apapun, pidato Prabowo  harus ditelaah dengan bijak. Hal ini adalah negasi yang harus mereka lakukan untuk memicu semangat grassrootnya dan bertujuan agar suara mereka dikawal di KPUD dan KPU sambil berusaha mencari peluang melakukan ekstraksi hasil dari KPUD/KPU," jelas Troy.

"Untuk itu saya mengharapkan kita semua agar fokus mengawal kemenangan yg sudah kita dapat dengan mengawal hasil dari KPUD dan KPU agar tidak terjadi ekstraksi yang dilakukan dengan memanfaatkan oknum-oknum di KPUD/KPU. Kawal tetap suara pasangan Jokowi-Ma’ruf jangan sampai hilang," pungkanya.

Related Post

    Article not found!

Comment