Istimewanya Posisi Duduk di Antara 2 Sujud Saat Sholat

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
22 4 19 Wow
Istimewanya Posisi Duduk di Antara 2 Sujud Saat Sholat

foto istimewa

terasjakarta.id - Posisi duduk di antara 2 sujud ternyata punya keistimewaan dalam ilmu kedokteran tulang. Posisi ini menentukan keberhasilan operasi Total Hip Replacement (THR) dan penanganan setelahnya misal fisioterapi.

"Salah satu luarannya (indikasi keberhasilan operasi) adalah bisa duduk di antara 2 sujud, attahiyat, dan bisa jongkok. Bagi orang Indonesia posisi tersebut sangat penting dalam menentukan kesembuhan. Pasien umumnya nggak mau operasi karena takut nggak bisa duduk saat sholat," kata Guru Besar di Bidang Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ismail Hadisoebroto Dilego, dalam pengukuhan guru besar seperti dilansir Terasjakarta dari Detikcom, Senin (22/04/19).

Salah satu kondisi yang mengharuskan THR adalah pengapuran sendi panggul yang mengakibatkan nyeri, kaku, dan tidak bisa gerak. Menurut Prof Ismail, THR tak mengakibatkan Range of Movement (ROM) atau keterbatasan aktivitas bila komponennya diatur dengan baik. Dalam risetnya, Prof Ismail melibatkan 81 pasien THR yang dioperasi pada usia 19-82 tahun dengan waktu evaluasi 7-65 bulan.

Hasil riset merekomendasikan pendekatan yang lebih spesifik pada tiap kasus untuk tujuan reparasi, rekonstruksi, dan replacement. Pada cedera sederhana, THR harus diawali tindakan open reduksi internal fiksasi (ORIF). Dalam kasus yang lebih kompleks bisa langsung THR karena ORIF tak memberi efek yang memuaskan. ORIF juga harus dilakukan pada penanganan kasus gagal sambung atau non union.

Studi kasus THR revisi menunjukkan luaran fungsional yang baik selain mampu melakukan aktivitas dan posisi yang diharapkan pasien. Yaitu bisa jongkok, duduk di antara 2 sujud, dan melakukan attahiyat saat sholat.

Related Post

    Article not found!

Comment