Loading...

Advertisement

Fakta-Fakta Tarif Ojek Online Jadi Mahal, Penumpang Mengeluh

Fakta-Fakta Tarif Ojek Online Jadi Mahal, Penumpang Mengeluh
Editor : Melati News — Minggu, 5 Mei 2019 07:15 WIB
terasjakarta.id


Tarif ojek online (Ojol) mengalami penyesuaian dengan berlakunya Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan dalam aturan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri (PM) Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepedah Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. PM 12 Tahun 2019 sudah diundangkan pada 11 Maret 2019.

Sejak 1 Mei 2019, tarif Ojol pun ditetapkan sebesar Rp2.000 per kilometer untuk batas bawah dan tarif batas atas sampai Rp2.500 km.

Dilansir dari Okezone, berikut sejumlah fakta menarik terkait tarif Ojol yang mengalami perubahan dan langsung dikeluhkan pengguna, Minggu (5/5/2019):

1. Tarif Baru Ojol Berlaku di 5 Kota


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tarif ojek online yang baru sudah mulai berlaku 1 Mei 2019. Namun hanya lima kota saja yang memberlakukan tarif ojek online ini.

Kita akan mulai berlakukan di 5 kota, yaitu di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

2. Tarif Minimal Ojek Online Rp10.000

Besaran tarif terbagi menjadi 3 zona, yaitu: zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali. Untuk zona 2 adalah Jabodetabek. Sementara untuk zona 3 adalah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya.

Adapun besaran tarif nett untuk Zona I batas bawah Rp1.850 dan batas atas Rp2.300, dengan biaya jasa minimal Rp7.000-Rp10.000. Sementara Zona II batas bawah Rp2.000 dengan batas atas Rp2.500, dan biaya jasa minimal Rp8.000-Rp10.000. Untuk Zona III batas bawah Rp2.100 dan batas atas Rp2.600 dengan biaya jasa minimal Rp7.000- Rp10.000.

Batas Tarif Bawah-Atas Ojek Online Bakal Berlaku per 1 Mei 2019

Penetapan Biaya Jasa batas bawah, batas atas, maupun biaya jasa minimal ini merupakan biaya jasa yang telah mendapatkan potongan biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi. Biaya tidak langsung adalah biaya jasa yang ada di dalam pihak aplikator sebanyak maksimal 20%.

Kemudian yang 80% adalah menjadi hak pengemudi. Selain biaya langsung dan tidak langsung, ada pula biaya jasa minimal (flag fall) yaitu biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 kilometer.

3. Kata Grab dan Go-Jek dengan Kenaikan Tarif Ojol

Chief Of Public Policy and Government Relations GOJEK Indonesia Dyan Shinto Nugroho mengatakan Gojek turut menyambut baik implementasi PM 12/2019 dan KP 348/2019.

“Aturan tersebut sangat kencang mengatur keselamatan dan Gojek mengedepankan keselamatan pengemudi maupun penumpang sebagai top prioritas kami. Selain itu, kami juga telah melengkapi fitur – fitur keselamatan di aplikasi seperti share your ride dan safety button,” kata dia dilansir dari laman Setkab.

Sementara, Ridzki Kramadibrata (Grab Indonesia) mengatakan beberapa masukan yang disampaikan pihaknya telah diadopsi dalam kedua regulasi terutama faktor keselamatan seperti penggunaan jaket, fitur keamanan, emergency button, share my rides, dan inovasi fitur verifikasi wajah pengemudi.

“Kami berharap ke depannya inovasi-inovasi ini juga bisa diadopsi oleh industri,” lanjut Ridzki.

4. Tarif Ojol Mahal

Era ojek online (ojol) bertarif murah berakhir. Kondisi ini terjadi setelah pemerintah menetapkan besaran batas biaya jasa ojek berbasis aplikasi ini.


Untuk di kawasan Jabodetabek, misalnya, dengan adanya aturan baru ini maka tarif terendah yang harus dibayar konsumen menjadi Rp10.000.

5. Penumpang Mulai Mengeluh

Banyak pengguna ojol menjadi kaget. Pasalnya tarif yang terpampang di aplikasi menjadi sangat mahal. Perubahan tarif ini pun banyak membuat penumpang terkejut. Seperti yang dialami karyawati swasta Nia M Jannah.

Dia berdomisili di Jati Jajar, Depok, dan bekerja di bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dia biasa menggunakan tranportasi ojol ke stasiun Depok Lama menuju kantornya.

"Tarif ojek kalau pagi dari rumah biasanya Rp13.000, sekarang jadi Rp19.000. Saya sampai enggak jadi naik. Akhirnya saya minta tolong dianterin suami," ujar.

Sama halnya dengan Amarullah, yang mengaku kaget karena tarif yang tertera dinilai sangat mahal. "Syok saya lihat harga. Biasanya dari rumah di Depok City Rp9.000 ke Stasiun Depok Lama, tapi sekarang jadi Rp16.000," ujar karyawan swasta yang bekerja di kisaran Menteng, Jakarta Pusat.

6. Pemerintah Langsung Bertindak

Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi tarif ojek daring pada pekan depan yang sudah mulai berlaku pada 1 Mei 2019 karena ada masukan dari masyarakat bahwa tarif baru tersebut kemahalan.

“Kami akan mengevaluasi setelah tujuh hari berlaku karena ada masukan merasa enggak perlu dinaikkan karena kemahalan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seperti dilansir Antaranews, Jakarta.

Budi mengatakan kenaikan tarif adalah usulan para pengemudi ojek daring.

“Kan namanya peraturan bisa kita lakukan perbaikan-perbaikan demi untuk kemanfaatan pemangku kepentingan, terutama untuk pengendara dan bagi pengguna,” katanya.

Ojek Online tarif

Loading...

Related Post