Advertisement

Jembatan Terkait Suap Bupati Solok Selatan Rusak Kena Banjir Bandang

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
7 5 19 News
Jembatan Terkait Suap Bupati Solok Selatan Rusak Kena Banjir Bandang

foto istimewa

terasjakarta.id - Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan jembatan Ambayan dan Masjid Agung Solok Selatan. Jembatan yang dimaksud sebelumnya rusak parah terkena banjir bandang 2016.

"Jembatan Ambayan sebelumnya rusak berat akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Solok Selatan pada 2016," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan yang rusak itu berjumlah Rp 14,8 miliar. Muzni diduga menawarkan pengerjaan proyek itu kepada pengusaha pemilik Grup Dempo Muhammad Yamin Kahar yang kemudian menyatakan tertarik untuk menggarap proyek itu.

Selain proyek jembatan, Muzni diduga menawarkan proyek pembanguan Masjid Agung Solok Selatan ke Yamin. Dia diduga memerintakan bawahannya agar paket pekerjaan tersebut diberikan atau dimenangkan oleh perusahaan yang digunakan Yamin.

"MZ (Muzni Zakaria) beberapa kali meminta uang kepada MYK (Muhammad Yamin Kahar) baik secara langsung maupun melalui perantara," ucap Basaria.

Total duit suap yang diduga diberikan Yamin ke Muzni berjumlah Rp 460 juta untuk proyek jembatan. Yamin juga diduga memberi Rp 315 juta kepada bawahan Muzni terkait pembangunan Masjid Agung Solok Selatan.

Dalam tahap penyelidikan, KPK juga telah mengirimkan permintaan pencegahan ke luar negeri untuk Muzni dan Yamin. Keduanya dicegah bepergian ke luar negeri hingga 6 bulan ke depan terhitung sejak 3 Mei 2019.

Related Post

Comment