Jokowi Menang di Surabaya, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
8 5 19 News
Jokowi Menang di Surabaya, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan

terasjakarta.id


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya akhirnya merampungkan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pilpres dan Pemilu 2019. Hasilnya Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul telak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf berhasil meraup 1.124.966 suara, sedangkan paslon 02 Prabowo-Sandi hanya memperoleh 478.439 suara.

Perolehan suara tersebut berasal dari jumlah pemilih yang hadir yakni 1.635.312 orang. Sementara surat suara yang dinyatakan sah sebanyak 1.603.405 suara, dan suara tidak sah 31.907 suara.

Namun, rapat pleno rekapitulasi ini diwarnai aksi penolakan tanda tangan oleh saksi paslon 02. Salah seorang saksi Agus Fachruddin menyebut bahwa hal itu adalah arahan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim.

"Kami diinstruksikan BPP untuk tidak menandatangani apapun," kata Agus, di sela rekapitulasi, di Kantor KPU Surabaya, Rabu (8/5) dini hari. 

Namun, saat ditanya apa dasar ia menolak tanda tangan hasil rekapitulasi tersebut, Agus mengaku belum bisa menyampaikan hal itu, ia mengatakan hal itu akan disampaikan langsung oleh BPP.

"Kami punya beberapa alasan, yang pada saatnya nanti kami akan sampaikan, adalah kecurangan, kita enggak bisa ungkapkan sekarang," kata pria yang berseragam Front Pembela Islam (FPI) ini.

Menanggapi itu, Ketua Komisioner KPU Surabaya Nur Syamsi mengatakan aksi penolakan penandatanganan oleh saksi kubu 02 tersebut, tak akan memengaruhi hasil rekapitulasi suara

"Sesuai ketentuan, saksi itu dapat menandatangani, dan jika tidak menandatangani pun, tidak menggugurkan hasil yang telah dilakukan sampai hari ini," kata Saymsi.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh rangkaian pemungutan hingga rekapitulasi suara ini benar-benar dilakukan pihaknya secara terbuka. Hal itu juga bisa disaksikan bersama oleh pihak manapun. 

"Seluruh proses itu terbuka, terbuka buat semua masyarakat, bahkan tidak hanya saksi yang turut bisa menyaksikan, masyarakat juga bisa, pemantau juga, dan yang terpenting diawasi oleh pemantau," kata dia. 

Hal itulah yang yang menjadi bukti bahwa jalannya rangkaian pilpres di Kota Surabaya ini nihil dengan hal yang berbau kecurangan. Sebab rekapitulasi di tingkat kecamatan pun, klaim Syamsi juga tak menimbulkan masalah. 

"Ini membuktikan bahwa tidak ada yang namanya kecurangan, karena hampir semua proses yang terjadi di PPK sebagian besar peserta pemilu sudah menandatangani hasil rekapitulasinya di tingkat kecamatan," kata dia.

Senada, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya Hadi Margo Sambodo, mengatakan bahwa penolakan penandatanganan saksi 02 tersebut tak akan menggugurkan hasil apapun dalam rekapitulasi. 

Hadi mengatakan jika benar pihak saksi Prabowo-Sandi memiliki bukti adanya kejanggalan atau kecurangan, maka hal itu bisa dilaporkan ke Bawaslu. 

"Kalau kecurangan-kecurangan ya monggo silahkan laporkan ke Bawaslu," kata Hadi, saat ditemui di kesempatan yang sama. 

Namun, keberatan tersebut tidak bisa serta merta disampaikan di dalam arena rekapitulasi. Menurutnya rekapitulasi ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas hasil pemilu, yang bisa disaksikan oleh semua pihak. 

"Di rekapitulasi ini bisa dibuktikan secara real. Kalau pun memang keberatan itu hak paslon untuk menulis keberatannya, kalau tidak puas ya kami tetep akan menerima laporannya," pungkas dia.

Related Post

Comment