Advertisement

Mahasiswa UI Unjukrasa Protes Parkir Berbayar di Lingkungan Kampus

Potan 15 7 19 News
Mahasiswa UI Unjukrasa Protes Parkir Berbayar di Lingkungan Kampus

istimewa

terasjakarta.id


Kebijakan kampus Universitas Indonesia (UI) yang berencana melakukan pungutan parkir di lingkungan kampus menuai protes dari mahasiswa.

Puluhan BEM UI menggelar aksi unjukrasa di Gerbang Utama Kampus UI, Kota Depok memprotes aturan parkir berbayar yang saat ini sedang tahap uji coba hingga 31 Juli 2019.

Selain di Gerbang Utama Kampus UI parkir berbayar atau secure parking ini juga dipasang di pintu keluar-masuk Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang masih berada satu lingkup dengan kampus UI Depok.

Ketua BEM UI Manik Margana Mahendra meminta, pihak rektorat UI mengkaji kembali dampak-dampak negatif yang ditimbulkan seperti kemacetan padahal hari ini masih hari libur kuliah. Menurutnya kemacetan yang ditimbulkan akan bertambah parah seiring semakin tingginya mobilitas mahasiswa pada jam-jam kuliah.

Buktinya tadi pagi sudah terjadi kemacetan yang disebabkan oleh adanya antrian masuk ke kampus UI. Belum lagi jika kita mempertimbangkan apabila sudah hari-hari aktif masuk kuliah, sementara hari ini masih hari libur kuliah," kata Manik Margana kepada wartawan di UI Kampus Depok.

Manik mengaku aksi yang mereka gelar untuk memperjuangkan masyarakat, mahasiswa dan tenaga pendidik yang terkena dampak dari sistem parkir berbayar masuk UI ini. Manik merasa secara umum kebijakan di UI itu, sudah menyalahi aturan asas-asas pemerintahan yang baik.

"Kami bersama warga yang mulai resah dengan aturan parkir berbayar ini siap menduduki rektorat apabila keluhan-keluhan kami tidak diakomodir," katanya.

Masih dilokasi yang sama, sistem parkir berbayar di UI juga meresahkan bagi Heru (62) yang sehari-hari mengais rejeki sebagai ojek pangkalan di UI. Dengan sistem parkir berbayar seperti mall ini Heru harus rela pendapatannya jadi berkurang, karena lama parkir dihitung per jam.

Parkir masuk kampus Rp2000, untuk 2 jam pertama, kemudian satu jam berikutnya nambah Rp1000," ujar Heru.

Heru tidak menapik, aturan ini merupakan upaya UI untuk menghapus ojol dilingkungan UI. Namun pengojek yang sudah mangkal di UI selama 19 tahun ini tidak habis pikir apa masalah UI dengan para ojol.

"Itu sih udah dari dulu UI mau menghilangkan ojol. Cuman saya ngga tau akarnya darimana mereka bisa menghilangkan itu, sebab kita ojol ini orang pengangguran semua, sumber hidupnya dari sini. Jadi kami sangat keberatan kalau mau dihapus," ujarnya.

Seperti diketahui, UI menggelar uji coba parkir berbayar pada 15-31 Juli 2019. Biaya yang dikenakan untuk sepeda motor Rp2.000 satu jam pertama dan maksimal Rp4.000, untuk mobil Rp3.000 satu jam pertama dan maksimal Rp8.000.

Sedangkan warga yang hanya sekedar ingin melintas selama 15 menit tidak perlu harus membayar biaya masuk kampus.(ptn)

Related Post

    Article not found!

Comment