Loading...

Advertisement

Penggila Kerja Harus Waspada Serangan Jantung, Ini 6 Cara Mencegahnya

Penggila Kerja Harus Waspada Serangan Jantung, Ini 6 Cara Mencegahnya
istimewa
Editor : Potan Wow — Minggu, 21 Juli 2019 05:44 WIB
terasjakarta.id


Penyaki jantung  sering disebut sebagai silent killer, karena bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja . Bahkan kita juga tidak tahu apa  rasa gejalanya, hingga akhirnya berakibat fatal.

Padahal sebagai organ penting,  kesehatan jantung  harus dijaga, agar tidak mengalami serangan jantung dan stroke.

Menurut Dr. Lawrence Phillips, seorang ahli jantung di NYU Langone Medical Center, jantung merupakan organ tubuh yang bekerja dengan memompa darah ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

Selain itu, organ tubuh penting ini juga bekerja untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh lainnya. Jantung juga berperan untuk menghilangkan racun karbon dioksida dan kotoran lainnya di dalam tubuh.

Jika organ vital pemasok darah ke seluruh tubuh Anda ini bermasalah ia tidak akan mampu memasok darah ke organ tubuh lainnya, maka jaringan tubuh akan ‘kelaparan’ dan akhirnya mati. Tentu hal ini menimbulkan dampak yang fatal bagi kesehatan.

 Hal ini kerap dilupakan oleh orang-orang yang sibuk bekerja, khususnya yang kecanduan kerja dengan jam kerja di atas normal. Jangankan untuk olahraga menjaga kesehatan jantung, bahkan untuk bertemu keluarga kualitasnya juga menurun.

Sebuah penelitian dari Universitas College London mengungkapkan, memiliki jam kerja yang berlebihan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, yaitu dua penyakit tak menular yang paling mematikan di dunia.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 600.000 pekerja dan mengumpulkan data tentang hubungan antara jam kerja dan risiko serangan jantung.

Hal yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah perilaku gaya hidup, seperti merokok, konsumsi alkohol, ritme aktivitas fisik, dan catatan medis, di antaranya faktor risiko jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Hasil penelitian menyebutkan,  yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko 13 persen lebih besar terkena serangan jantung dan 33 persen lebih mungkin menderita stroke dibandingkan mereka yang bekerja normal, yakni 35-40 jam per minggu.

Alasan jam kerja berlebihan dapat meningkatkan risiko serangan jantung, juga  stroke karena dipicu faktor hormonal, terutama kadar hormon stres yang tinggi, yakni kortisol dan epinefrin. Selain itu, ada faktor lain yang melibatkan gaya hidup tak sehat.

“Mereka yang bekerja berjam-jam cenderung memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti sedikit berolahraga, pola makan yang lebih buruk, konsumsi alkohol dan tembakau yang lebih tinggi,” tulis John Ross, asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School dikutip dari Harvard Health Publishing Harvard Medical School.

Sementara menurut Dr. Alan Yeung, direktur medis di Stanford Cardiovascular Health, ada dua jenis tekanan emosional yang dapat berdampak pada jantung.

Yaitu Stres akut yang terjadi karena peristiwa traumatis dan stres kronis yang menumpuk seiring berjalannya waktu.

“Perilaku tidak sehat, seperti makan dengan buruk atau tidak berolahraga, juga terkait dengan stres kronis akibat bekerja berjam-jam.  Ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah atau kolesterol,” kata Yeung, dikutip dari Time.

 Demi mencegah kematian dini akibat serangan jantung dan stroke, para pekerja disarankan menekankan pada diri sendiri betapa pentingnya istirahat dan gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat ini meliputi penerapan pola makan sehat seimbang, kurangi makanan dan minuman manis, melakukan aktivitas fisik, hindari stres dengan cara-cara sederhana, seperti bergurau dan relaksasi.

Maka dari itu, jagalah fungsi jantung agar tetap sehat, dengan melakukan sejumlah tips berikut ini yang dilansir hello sehat:

1.  Olahraga

Olahraga merupakan salah satu kegiatan penting dan wajib dilakukan jika Anda memang ini mendapatkan kebugaran dan kesehatan tubuh yang maksimal. Anda dapat melakukan aktivitas fisik apapun yang meningkatkan detak jantung berdebar selama setidaknya 30 menit, atau bahkan 20 menit jika intensitas detak jantung berdebar tinggi atau cepat. Idealnya, lakukan aktivitas fisik atau olahraga 5 hari dalam seminggu dengan durasi sekitar 30 menit.

Anda bisa melakukan jenis olahraga seperti berlari, bersepeda, mendayung, atau sekadar membersihkan rumah. Jika Anda tak biasa berolahraga, cek dulu dengan dokter untuk melihat apakah ada batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan agar kondisi kesehatan organ penting di tubuh Anda tidak semakin parah.

2.  Tetap aktif sepanjang hari

Olahraga saja tidak cukup sebetulnya. Anda dituntut harus aktif menggerakan seluruh anggota tubuh untuk tetap sehat. Saat berada di kantor, jadwalkan istirahat pendek untuk bangkit, gerakkan kaki dan tangan Anda, agar organ vital pemasok darah Anda bisa aktif berdetak.

Dr. Montgomery, ahli penyakit kardiovaskular menyarankan bagi Anda untuk melakukan panggilan telepon dan mengecek  email  sambil berdiri. Anda juga bisa menukar kursi kantor dengan bola keseimbangan seperti yang biasa dipakai latihan Pilates guna melatih otot-otot  dan peredaran di tubuh tetap aktif bergerak selama Anda duduk.

Jika Anda rutin mengecek media sosial di ponsel saat sedang istirahat, berdirilah dan berjalan-jalan sambil melakukannya.

3.  Makanlah seperti orang zaman dulu

Dr. Montgomery juga menyarankan untuk makan makanan sehat layaknya orang zaman purba dahulu. Mereka hanya mengasup makanan seperti buah dan sayuran. Berikut makanan yang bisa menjaga dan menyehatkan organ kardiovaskular :

whole grains seperti beras merah dan karbohidrat kompleks lainnya

·         kacang- kacangan dan biji-bijian

·         Penting untuk tidak merusak atau menghilangkan kandungan nutrisi sumber makanan tersebut dengan menggoreng atau melapisi mereka dengan mentega atau keju. Ini malah akan meningkatan kolesterol “jahat” (LDL) yang menyumbat pembuluh darah.

·         Anda juga masih bisa makan daging, tapi batasi jumlahnya dan hindari potongan yang berlemak.

Dr. Montgomery menyarankan untuk makan lebih sedikit daging merah dan lebih banyak daging tak berlemak (termasuk ikan) sebagai cara terbaik untuk mengoptimalkan kesehatan organ vital tubuh Anda.

4.  Berhenti merokok

Anda mungkin tahu bahwa merokok apapun (tembakau ataupun elektrik) dapat membuat Anda lebih mungkin terkena masalah atau penyakit pada organ kardiovaskular.  Sebagai gantinya, Anda bisa mengasup beberapa camilan sehat seperti kacang kedelai, almond, atau buah-buahan kering rendah gula untuk lebih sehatnya.  

5.  Belajar lebih santai

Dr. Montgomery mengatakan, bila Anda terserang penyakit ini, bukanlah karena Anda mengalami stress. Ini hanya persoalan bagaiamana Anda merespon masalah yang membuat Anda stress tersebut. Jalani tiap masalah dengan santai.

Saat Anda sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat organ vital Anda ini dapat bekerja lebih keras. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan berlari di atas treadmill atau berlatih yoga. Olahraga akan melatih tubuh untuk menangani stress.

Jika stress Anda sudah dirasa berlebihan, bicaralah pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional. 

6. Istirahat

Tidur adalah saat untuk tubuh kita me-restart dan memulihkan diri. Ini penting bagi semua aspek kesehatan, bukan hanya organ vital pemasok darah Anda saja, ya.

Saat Anda tidur, tekanan darah dan detak jantung berdebar melambat. Ini memberi organ tubuh penting Anda ini mendapat waktu istirahat yang sangat ia butuhkan. Tanpa istirahat, Anda akan merasa stress dan mengidam makanan berkalori tinggi yang tidak baik untuk kesehatan

Maka jadikan tidur dan istirahat sebagai prioritas Anda sebelum siap memulai hari yang baru





Penggila Kerja Harus Waspada Serangan Jantung Ini 6 Cara Mencegahnya

Loading...

Related Post