Loading...

Advertisement

Polisi Terbitkan SPDP Kasus Manipulasi Koperasi Uber, Dana Anggota Diduga Digelapkan

Polisi Terbitkan SPDP Kasus Manipulasi Koperasi Uber, Dana Anggota Diduga Digelapkan
ist
Editor : Potan News — Minggu, 28 Juli 2019 10:58 WIB
terasjakarta.id


Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait dengan pemalsuan dokomen oleh Ketua koperasi Jasa Trans Usaha Bersama yang mewadahi pengemudi Uber Agung Ismawanto.

Surat dengan nomor B12206/ V/ Res19 / 2019 Datro ini ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk menindaklanjuti laporan Sekertaris Koperasi Uber Supriyanto tanggal 29 Maret 2019.

Dengan telapor Agung Eko Ismanto, SPDP ini sendiri ditandatangani langsung oleh Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi dengan tembusan Kapolda Metro Jaya dan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Surat perintah penyidikan nomor: Sp Sidik/ 1273/VII/2019/ Dit Reskrimum tanggal 17 Juli 2019. Dengan ini diberitahukan pada tanggal 17 Juli 2019 penyidikan telah dimulai," demikian isi surat tersebut, Minggu, (28/7/2019).

Dugaan manipulasi ini sendiri bermula, saat Sekertaris Koperasi Uber Supriyanto mencium adanya manipulasi dari pihak Koperasi Trans Usaha Bersama yang mewadahi pengemudi Uber.

Pihak Koperasi juga diduga menyelewengkan uang simpanan pokok dan simpanan wajib anggota mereka.

Dugaan itu mengemuka saat terjadinya penggantian kepengurusan koperasi tanpa melalui Rapat Anggota Tahunan. Ini dianggap Supriyanto menyalahi aturan yang berlaku.

Supriyanto juga menanyakan laporan keuangan sejak 2015 hingga 2017 yang tidak pernah dilaporkan Bendahara Koperasi. Namun, bukan jawaban yang didapatnya, dirinya malah dicopot dan akses ke dalam koperasi pun dipersulit.

Selain Supriyanto, Hariyanto M selaku Ketua Koperasi juga mendapatkan perlakuan yang sama lantaran dilengserkan sepihak tanpa adanya rapat umum anggota koperasi.

"Dugaan tindak pidana penggelapan dana simpanan pokok dan wajib serta dana lainnya seperti Komisi Asuransi atau dana komisi penjualan kartu cellular milik pengemudi Uber," kata Supriyanto.

Polisi Terbitkan SPDP Kasus Manipulasi Koperasi Uber Dana Anggota Diduga Digelapkan

Loading...

Related Post