Loading...

Advertisement

Neneng Hasanah Desak Gubernur Anies Perjuangkan Kerugian Nelayan Akibat Tumpahan Minyak

Neneng Hasanah Desak Gubernur Anies Perjuangkan Kerugian Nelayan Akibat Tumpahan Minyak
ist
Editor : Potan News — Jumat, 2 Agustus 2019 16:59 WIB
terasjakarta.id
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di desak untuk secepatnya mengatasi tumpahan minyak yang terjadi di perairan Kepulauan Seribu. Akibat tumpahan minyak tersebut tidak hanya habit alam laut yang rusak, para nelayan dikawasan pantai juga berdampak imbasnya.

Anggota komisi d DPRD DKI, Neneng Hasanah mengatakan, akibat tumpahan minyak itu, nelayan dipesisir Jakarta mengalami kerugian akibat tidak mendapatkan ikan. Untuk itu kata Neneng, Pemprov DKI harus memperjuangkan kerugian nelayan terdampak limbah minyak di Kepulauan Seribu.

“Pemerintah daerah, khususnya Bupati Kepulauan Seribu harus memperhatikan nasib nelayan juga. Pekerjakan masyarakat sekitar pulau Untung Jawa. Untuk menjadi pengganti penghasilan mereka yang tidak bisa berlayar selama sepekan karena dampak pencemaran limbah minyak,” ujar Neneng kepada wartawan, Jumat (2/8/219).

Menurutnya, berkaca pada persoalan yang ada di Kerawang. Warga setempat menuntut untuk diberikan ganti rugi . Khusus persoalan yang dialami nelayan pulau Untung Jawa, pertamina harus memberikan ganti rugi pada masyarakat.

”Kita harapkan ada langkah nyata dari pihak Pertamina, Pemda dan pemerintah pulau seribu,” katanya.

Neneng menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memberikan sanksi kepada PT Pertamina karena kecerobohannya yang menyebabkan tumpahan minyak. Dia mengatakan, limbah minyak pek itu tidak hanya dari Pertamina, namun perusahaan lain yang berkali-kali mencemari Kepulauan Seribu.

“Kalau tidak diberikan sanksi, kasian juga para nelayan. Mereka seringkali terdampak limbah minyak. Entah itu dari pipa Pertamina atau dari kapal tangki perusahaan lain. Karena dari laporan warga, limbah minyak itu tidak hanya terjadi saat ini, sebelumnya juga sering mencemari Kepulauan Seribu,” jelasnya.

Untuk mengatasi tumpahan minyak itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memanggil PT Pertamina (Persero) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membahas peristiwa tumpahan minyak (oil spill) di anjungan YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ), di Balaikota Jakarta, Jumat (2/8).

Seperti diketahui, tumpahan minyak ini awalnya terjadi di Laut Pantai Utara Karawang beberapa waktu lalu. Namun, sejak 22 Juli 2019, tumpahan minyak tersebut telah sampai di wilayah Kepulauan Seribu.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan langkah konkret bersama guna mengatasi permasalahan yang ada, khususnya di kawasan perairan Jakarta yang terdampak tumpahan minyak. Ada sekitar 7 (tujuh) pulau di wilayah Selatan Kepulauan Seribu yang terdampak. Gubernur Anies pun mengatakan, ke depan akan ada tim bersama dari Pemprov DKI Jakarta dan Pertamina, juga pihak terkait lainnya untuk mengatasi permasalahan yang muncul akibat tumpahan minyak.

“Pada pagi hari ini kita melangsungkan pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak Pertamina dan SKK Migas. Kami dari Pemprov DKI Jakarta, ini hadir Pak Bupati (Kepulauan Seribu) yang langsung merasakan dampak di kawasan perairan Jakarta, khususnya di kawasan Selatan. Tim nanti dipimpin dari pihak kami, bersama dengan tim Pertamina, akan bergerak cepat dan ke depan sudah langsung akan bekerja. Jadi, hari ini tim sudah akan bergerak, nanti hari Senin akan ada pertemuan yang besar, sehingga akan cepat kita tangani masalah ini,” jelas Anies.

Neneng Hasanah Desak Gubernur Anies Perjuangkan Kerugian Nelayan Akibat Tumpahan Minyak

Loading...

Related Post