Advertisement

Belly: Pramuka Harus Diberi Porsi dalam Sumbangsih Kepada Negara

Potan 14 8 19 News
Belly: Pramuka Harus Diberi Porsi dalam Sumbangsih Kepada Negara

terasjakarta.id

Hari Pramuka ke-58 tahun diperingati pada hari ini, Rabu (14/8/2019). Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang terbentuk pada 1961.

Belakangan fungsi dan keberadaan pramuka menjadi sorotan. Sebagian kalangan menilai organisasi gerakan pemuda itu harus mendapat andil lebih dalam semua kegiatan yang berkaitan dengan kemasyarakatan.

Anggota DPRD DKI fraksi PPP Belly Bilalusalam menyebut, pramuka harus diberi ruang dalam sumbangsih kepada negara. Tidak boleh bertugas seperti apa yang dilakukan Karang Taruna. Alasannya anggota pramuka memiliki kemampuan lebih dalam mendapat pembelajaran dalam menangani suatu peristiwa.

"Dalam pramuka pendidikan jatidiri diajarkan. Jadi, harus ada
sumbangsih pramuka buat negara," ujar Belly di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

"Pramuka di Jakarta, kita ingin supaya menjadi mitra pemerintah, karena anak-anak pramuka punya keahlian, dan harusnya anak pramuka sudah bisa masuk memberikan pemahaman kepada karang taruna," tambahnya.

Menurut Belly, pramuka harus sering tampil termasuk dalam segala kegiatan. Pramuka tidak lagi berfungsi sebagai bagian peserta untuk meramaikan suatu kegiatan.

"Kedepan pramuka tidak boleh lahi dijadikan sebagai pelengkap dalam suatu kegiatan. Pramuka harus berada didepan dan diberikan porsi lebih dalam berbagai kegiatan negara," kata Belly.

"Nah, saya berharap gaung keberadaan pramuka sudah saatnya ditunjukan. Peliputan dan semua kerja pramuka saatnya diketahui masyarakat luas," pungkasnya.

Ada sejumlah cerita di balik berdirinya Pramuka. Apa saja?

1. Berawal tahun 1961

Pada 1961, ada rencana menyatukan berbagai organisasi gerakan pemuda yang ada di Indonesia.

Presiden Soekarno memerintahkan penggabungan semua organisasi kepanduan dalam satu wadah.

Untuk mewujudkan ini, dibentuklah panitia yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Dr. Prijono, Achmadi, Moeljadi Djojomartono, dan Dr. Azis Saleh.

Dari kepanitiaan tersebut, terbit Keppres Nomor 109 Tahun 1961 tertanggal 31 Maret 1961.

Pembuatan Keppres Nomor 109 Tahun 1961 tertanggal 31 Maret 1961menimbulkan kontroversi karena tidak melibatkan Hamengku Buwono IX, Azis Saleh, dan Moeljadi Djojomartono.

Ketetapan MPRS No II/1960

Sebelum diterbitkannya Keppres No 238 tahun 1961, pernah dibuat ketetapan MPRS No. II Tahun 1960.

Dewan parlemen memberikan arahan kepada pemerintah dalam pembinaan pemuda.

TAP MRPS No II Tahun 1960 berisi tentang garis-garis besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap 10961-1969

Terkait tentang kepramukaan dijelaskan dalam sektor pendidikan yang tercantum pada Pasal 330 tentang Dasar Pendidikan Kepanduan adalah Pancasila.

Pasal 741 juga menjelaskan tentang revolusi mental, kebudayaan, dan agama.

Pasal itu menyebutkan, revolusi mental dapat dicapai dengan menerbitkan sistem kepanduan.



Related Post

    Article not found!

Comment