Loading...

Advertisement

Rachmat HS: Pembentukan Jakarta Raya Lebih Realistis Daripada Ibukota Pindah

Rachmat HS: Pembentukan Jakarta Raya Lebih Realistis Daripada Ibukota Pindah
Editor : Potan News — Rabu, 21 Agustus 2019 11:55 WIB
terasjakarta.id



Wacana pemindahan ibukota negara sekaligus pusat pemerintahan ke Kalimantan masih menjadi perdebatan yang seru. Sebagian kalangan optimis akan dapat terwujud rencana tersebut.

Namun ada juga yang menilai rencana tersebut sulit terealisasi. Berbagai alasan muncul, mulai tidak adanya kesiapan yang baik, sampai anggaran untuk membangun wilayah Kalimantan juga belum terlihat.

Ketua dewan pembina Forum Pemuda Betawi Rachmat HS mengatakan, seharusnya kesiapan pemindahan sudah dilakukan sejak 20 tahun kebelakang dan bukan tahun 2023.

Rachmat menilai, pemindahan ibukota tidak boleh menjadi beban APBN, apalagi saat ini ekonomi Indonesia dalam kondisi yang memprihatinkan.

"Persiapan seharusnya sejak 20 tahun kebelakang bukan tahun 2023 ibukota sudah pindah, tidak mungkin.
Saya pesimis sejak awal. Bahkan ketika saya diskusi dengan Adrianof Caniago dan Ali Mohktar Ngabalin dua-dua nya orang istana saya katakan sulit terwujud walau katanya sudah ada kajian Bappenas," ujar Rachmat saat dihubungi, Rabu (21/8/2019).

"Yang optimis kan pak Jokowi dengan beberapa menteri terkaitnya tapi kalau masyarakat banyak yang pesimis, jangan pemindahan ibukota menjadi beban APBN kita yg sedang ekonomi sulit dimana daya beli masyarakat sudah berkurang belum lagi proses legislasi di DPR yang pasti ruwet antara yg setuju dan tidak setuju karena soal ibukota negara di atur dalam UU dan terakhir bagaimna masyarakat kalimantan itu sendiri secara sosiologi apakah siap menerima pergeseran penduduk," tambahnya.

Lebih lanjut Rachmat mengungkapkan, untuk urusan ibukota, yang perlu dilakukan saat ini adalah menjadikan Jakarta sebagai kota lebih besar lagi yang disebut Jakarta Raya.

"Hal yang paling rasional adalah membuka selebar-lebarnya Jakarta sebagai ibukota negara ke daerah penyangga. Gagasannya adalah Jakarta Raya digabung Jakarta ,Bekasi ,Depok dan Tangerang ini gagasan cerdas yg pasti terwujud masih banyak tanah kosong yg bisa memperluas jakarta sebagai ibu kota negara sekakigus pusat pemerintahan," ungkapnya.

"Saya pesimis bahwa ide pemindahan ibukota ini akan terwujud, saya yakin ini tinggal ide saja seperti ESMK mobil nasional yang di gagas Pak Jokowi hilang entah kemana," imbuhnya.

"Saya kira presiden kita juga punya analisa dan target tapi kami bersaran jangan gagasan yg besar ini menjadi beban apbn dan presiden selanjutnya yg akan memimpin karena Pak Jokowi kan di batasi oleh durasi 5 tahun," pungkasnya.

Ibukota anies

Loading...

Related Post