Loading...

Advertisement

Sidang Praperadilan, Saksi Nyatakan Proses Hukum Melenceng Karena Ada Dugaan Jual Beli Hak Tagih Klaim

Sidang Praperadilan, Saksi Nyatakan Proses Hukum Melenceng Karena Ada Dugaan Jual Beli Hak Tagih Klaim
Editor : Potan News — Rabu, 4 September 2019 07:18 WIB
terasjakarta.id

Sidang praperadilan kasus Allianz No 95/Pidpra/2019 yang di SP3 kembali digelar di Pengadila  Negeri (PN) Jakarta Selatan,  Selasa (3/9/2019)  dengan agenda jawaban yang diberikan oleh termohon kepada pemohon.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Suswanti, juga dilakukan pemeriksaan terhadap saksi  dari pihak pemohon yaitu Alvin Lim.

Ia mengatakan bahwa awalnya proses lidik dan sidik berjalan dengan baik dan lancar bahkan sudah ada penetapan tersangka.

Lalu proses hukum berjalan mencong dengan adanya jual beli hak tagih klaim Allianz yang dilakukan di ruang Kasubdit Indag Polda Metro Jaya, di mana hak tagih dibeli oleh pihak ketiga untuk alasan mencabut laporan polisi yang akhirnya di SP3 dengan alasan tidak cukup bukti.

Sementara itu, Ketua LSM Konsumen Cerdas Hukum, Phioruci mempertanyakan bagaimana mungkin polisi yang awalnya menetapkan tersangka yang berdasarkan KUHAP pasal 183 berarti mempunyai 2 alat bukti yang cukup lalu, setelah ada cessie jual beli di nyatakan dihentikan penyidikan dengan alasan tidak cukup bukti.

 "Apakah boleh alat bukti dijadikan objek jual beli dalam sebuah kasus pidana," ujar Alvin Lim heran.

Ia  menerangkan dalam sidang bahwa adanya tekanan-tekanan dari oknum perwira Polda Metro yang memiliki konflik kepentingan untuk mencabut LP Ifranius yang telah menjadikan boss Allianz, Joachim Wessling dan Head of klaim Yuliana menjadi tersangka bahwa dirinya sengaja menjadi saksi di dalam proses cessie tersebut untuk mengetahui apa niat para perwira polda atas laporan Ifranius.

Alvin Lim menambahkan atas dugaan jual beli kasus  tersebut sudah membuat aduan masyarakat ke Presiden dan KPK untuk menindaklanjutinya.

Sidang akan dilanjutkan besok dengan pemeriksaan saksi fakta pemohon dan saksi ahli pemohon serta alat bukti dari pihak pemohon.

Sebelumnya,  sidang praperadilan ini diajukan oleh pemohon 2 LSM terhadap Kapolri dan Kapolda Metro Jaya atas SP3 kasus tindak pidana perlindungan konsumen yang dilaporkan oleh pelapor Ifranius Algadri.

Atas SP3 ini para penggugat merasa dirugikan akibat adanya ketidakpastian hukum karena sebelumnya kasus sudah dalam tahap pemberkasan dan ada penetapan tersangka.

Praperadilan Hukum

Loading...

Related Post