Loading...

Advertisement

Rabu, 4 September 2019 18:24 WIB

Cerita Satu Keluarga Selamat dalam Kecelakaan Tol Cipularang, Anak Sempat Lompat sebelum Benturan Keras

Melati —News
Cerita Satu Keluarga Selamat dalam Kecelakaan Tol Cipularang, Anak Sempat Lompat sebelum Benturan Keras
terasjakarta.id


Satu keluarga berhasil selamat dalam kecelakaan  Tol Cipularang KM 91 yang melibatkan 21 unit kendaraan pada Senin (2/9/2019) siang.

Satu keluarga yang selamat dalam kecelakaan  Tol Cipularang tersebut berasal dari Bekasi Timur.

Keluarga terdiri dari empat orang yakni Rico Apriadi Tanjung (34) sebagai kepala keluarga, Adhe Suryani (32) istri, serta dua anak yakni Arkenzi (6) dan Safira (2).

Saat terjadi kecelakaan beruntun, keluarga Rico tengah dalam perjalanan pulang setelah liburan dari Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Keluarga Rico Apriadi selamat dari kecelakaan beruntun di Tol Cipularang meskipun mobilnya dihantam kendaraan belakangnya dengan keras.

Saat ini, keluarga Rico tengah menjalani perawatan di RS MH Thamrin, Kabupaten Purwakarta.

Korban kecelakaan, Rico Apriadi Tanjung, bersama istri dan anaknya saat berada di ruang perawatan, di Rumah Sakit MH Thamrin, Kabupaten Purwakarta, Selasa (3/9/2019).

Istri Rico, Adhe Suryani menceritakan kronologi kejadian kecelakaan maut di  Tol Cipularang yang menimpa dirinya dan keluarga.

Saat kejadian, mereka berada di dalam mobil Avanza benomor polisi B 1516 KIU.

Saat itu, mobilnya berada di baris pertama saat kejadian truk terguling.

Mereka sempat memperlambat laju kendaraannya.

Saat menunggu, tiba-tiba dari belakang ada kendaraan yang menabrak.

"Kami sudah pelan, mobil pribadi lain juga pelan semua. Tapi saya tidak tahu dari belakang gimana ada yang nabrak," ujar Adhe di ruang perawatan RS MH Thamrin, Selasa (3/9/2019)

Diceritakan Adhe, saat itu anaknya tengah tertidur di baris ketiga mobil.

Sebelum benturan keras menghantam mobilnya, sang anak seketika melompat menuju baris kedua mobil.

Adhe bersyukur anaknya sempat lompat ke baris dua mobil, karena kalau tidak kemungkinan akan terjepit.

"Untungnya loncat ke baris dua. Kalau tidak pasti kejepit. Untung masih tertolong," ujarnya lagi.

Adhe mengaku saat itu ia duduk di sebelah kiri depan.

Kecelakaan di Tol Cipularang, Senin (2/9/2019). 

Sementara itu, Rico yang juga masih dirawat di RS mengaku tidak mengetahui persis kejadian tersebut.

Kecelakaan maut tersebut membuatnya tak sadarkan diri.

Dikatakan Rico, kejadiannya sangat cepat dan tidak sadarkan diri.

"Enggak begitu paham, entah kenapa pas saya bangun sudah berada di rumah sakit. Jadi yang hafal banget istri saya. Enggak inget apa-apa. Cepat sekali kejadiannya," ujarnya.

Rico juga mengatakan ada anggota keluarganya yang lain dirawat di RS MH Thamrin.

Ibunya juga menjadi korban dan terkena benturan pada bagian kepalanya.

Sang ibu lantas dibawa ke Rumah Sakit Juanda karena ada kenalan dokter di sana.

"Karena ahli syaraf enggak ada dan kena benturan kepala direkomendasi ke sana ibu saya.

Adik ipar saya kakinya retak kata istri saya dirujuk ke rumah sakit di Bekasi. Anak saya kata dokter enggak apa-apa. Kalau bapak saya juga di sini," katanya sembari menunjukkan luka dan lebam yang ada dibagian tubuhnya.

Kecelakaan beruntun di Cipularang.(Tangkapan layar video yang diunggah akun twitter Radio Elshinta.) (Twitter Radio ElShinta)

Seperti yang diberitakan sebelumnya, telah terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan 21 unit kendaraan di  Tol Cipularang KM 91, pada Senin (2/9/2019) siang.

Akibat kecelakaan tersebut, sedikitnya 8 orang tewas, 3 luka berat, dan 25 luka ringan.

Semua korban dibawa ke rumah sakit yang berbeda-beda.

Ada yang sebagian dibawa ke RS Banyuasih, RS Thamrin dan RS Siloam di Purwakarta.

Kecelakaan beruntun tersebut juga mengakibatkan sejumlah kendaraan hancur, ada yang terbakar maupun ringsek dihantam kendaraan lainnya.

Kecelakaan tersebut diduga bermula dari truk pasir yang mengalami patah as dan terguling di ruas  Tol Cipularang arah Jakarta.

Sebuah dump truck berplat nomor B 9763 UIT bermuatan tanah itu melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.

Kendaraan tersebut hilang kendali saat berada di jalan lurus dan menurun.

Akibatnya drump truck tersebut terbalik.

Saat terjadi antrian, ada lagi sebuah dump truck lain dari arah yang sama berplat nomor B 9410 UIU.

Drump truck tersebut kemudian menabrak beberapa kendaraan yang ada di jalur cepat hingga lambat.

Beberapa kendaraan tampak terbakar dan mengeluarkan asap hitam.

Ada juga beberapa kendaraan yang bertumpuk hingga terlempar ke luar ruas jalan tol.

Kronologi Kecelakaan Tol Cipularang Versi Polisi

Polda Jawa Barat membeberkan kronologi kecelakaan maut di Tol Cipularang KM 91 yang melibatkan puluhan kendaraan, Senin (2/9/2019).

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan kejadian bermula dari dump truck yang alami rem blong.

Diungkapkan Rudy Sufahriadi, kendaraan yang pertama kali mengalami kecelakaan adalah dump truck yang remnya blong itu.

Supir dump truck yang belakangan diketahui dikemudian oleh pria berinisal D ini dilaporkan meninggal dunia.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, kecelakaan dump truck itu lah yang kemudian menyebabkan puluhan kendaraan di belakangnya terlibat kecelakaan.

Kecelakaan Tol Cipularang, Senin (2/9/2019). 

Menurut keterangan saksi, sopir dump truck awalnya sempat berkomunikasi dengan sopir dump truck yang lain berinisial SB.

"Dump truk yang pertama mengalami rem blong. Namun demikian ditanya per telepon berhasil mengerem. Akhirnya sopir kedua mengatakan rem aja, berhenti aja dulu. Baru selesai ngomong itu mobil berhenti, terguling dan sopir meninggal dunia," ujar Rudy Sufahriadi di Rumah Sakit MH Thamrin, Kabupaten Purwakarta, Selasa (3/9/2019)

Berdasarkan penuturan Rudy, sopir kedua tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.

Hal itulah yang mengakibatkan kecelakaan maut.

Menurut Rudy, kesimpulan sementara yakni sopir truk kedua itu tidak bisa menguasai medan yang ada.

Tidak hanya itu, truk yang dikendarai juga kelebihan muatan.

(sumber;tribunstyle.com)

Kecelakaan Tol cipularang



Loading...

Related Post



Comment