Loading...

Advertisement

Gubernur Anies Ajak Warga Jadikan Budaya Literasi Sebagai Sebuah Gerakan

Gubernur Anies Ajak Warga Jadikan Budaya Literasi Sebagai Sebuah Gerakan
Editor : Potan News — Kamis, 5 September 2019 11:27 WIB
terasjakarta.id



Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara simbolis membuka Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (4/9).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan IIBF 2019 di Ibu Kota Jakarta yang diisi dengan beragam kegiatan atraktif, diikuti peserta dari dalam dan luar negeri, pada 4-8 September 2019 di JCC Senayan.

Saat menyampaikan orasi literasi, Gubenur Anies berkata, Pemprov DKI Jakarta ingin mendorong semua pihak agar menjadikan budaya literasi sebagai sebuah gerakan. Bukan semata sebagai program pemerintah, namun sebagai gerakan bagi seluruh masyarakat Jakarta. Hal ini, menurut Gubenur Anies, harus dilakukan dengan sebuah pendekatan, yakni kemitraan atau kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat di Jakarta untuk bekerja bersama membangun budaya atau tradisi literasi di Ibu Kota.

“Bersyukur sekali, IIBF sudah mencapai kegiatan yang ke-39 kalinya. Bagi sebuah kegiatan ini usia yang cukup panjang. Tapi, bagi usaha untuk memajukan literasi, diperlukan lebih dari 39 tahun untuk menggerakkan literasi di Indonesia ini (khususnya di Jakarta). Kita harus dorong bagaimana literasi itu bukan menjadi program pemerintah, tapi literasi itu menjadi gerakan seluruh masyarakat. Pendekatannya adalah kemitraan. Ajak teman-teman (dan) pihak-pihak yang selama ini bekerja di dalam kegiatan literasi untuk bekerja bersama dengan pemerintah,” ujar Gubernur Anies.

Kemudian, Gubernur Anies menuturkan, penumbuhan budaya literasi akan dilakukan di semua ruang/tempat di Jakarta, terutama di ruang ketiga. Hal ini lakukan sebagai rencana serius yang strategis untuk merangsang kebiasaan membaca. Menurut Gubernur Anies, pemerintah perlu membuka diri dengan pengaturan anggarannya, sehingga anggaran tersebut dapat untuk memfasilitasi tumbuhnya kegiatan-kegiatan literasi di masyarakat, terutama pada ruang ketiga.

“Jadi, kami di Jakarta ingin mendorong penumbuhan literasi baca, khususnya itu dilakukan di semua tempat. Di sekolah dan di tempat-tempat yang kita biasa sebut ruang ketiga. Ruang ketiga kita akan terdorong untuk menjadi tempat-tempat di mana promosi atas literasi itu dilakukan. Kita bangun itu publik transportasi, dan sekarang di MRT sedang dirancang program untuk para penumpang bisa pinjam buku di stasiun keberangkatan, dibaca di perjalanan, dan dikembalikan di stasiun tempat dia tujuan. Kita juga akan bangun lebih banyak perpustakaan, tempat penjualan buku, dan pasar buku ingin dikembangkan lebih jauh,” ungkapnya.

Di samping itu, Gubernur Anies menekankan, promosi atas persoalan literasi juga harus dilakukan secara masif. Tidak hanya dikerjakan oleh pelaku-pelaku di bidang perbukuan dan pendidikan, tetapi juga melibatkan seluruh komponen yang merasakan pentingnya literasi tersebut. “Literasi ini harus digaungkan, sehingga ini menjadi masalah kita, bukan masalah yang hanya dikelola oleh pemerintah. Itu harus kita dorong lebih banyak di semua aspek. Kami percaya pendekatan seperti ini akan sangat membantu kita dalam menumbuhkan tradisi literasi (di Jakarta),” tambahnya.

Perlu diketahui, IIBF ke-39 Tahun 2019 merupakan pameran buku berkelas dunia yang digelar di Ibu Kota Jakarta. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya, dapat semakin mengangkat citra positif, menjadi kebanggaan, serta menciptakan atmosfir literasi tingkat dunia. Pada akhirnya, manfaat kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, penggiat, dan pemerhati perbukuan di Indonesia. Pameran ini juga diikuti para peserta dari Negara-Negara Sahabat, antara lain Malaysia, Inggris, Jerman, Korea, Mesir, dan China. Selain pameran, dalam IIBF 2019, digelar acara diskusi, talk show, lomba mewarnai, serta yang ditunggu para pecinta buku adalah pesta diskon buku-buku dari berbagai penerbit.

“Ini kegiatan pameran buku internasional yang punya dua dimensi yaitu, pameran buku biasa yang melayani masyarakat untuk belanja buku, untuk berbincang dengan penulis. Kemudian, dimensi lainnya adalah tempat transaksi hak cipta antara penerbit kita dengan penerbit asing. Artinya, kita menjual, mempromosikan tulisan-tulisan penulis kita ke dunia luar untuk mereka beli. Ini punya nilai eksport dan mendatangkan devisa bagi negara. Acara-acara yang didukung oleh banyak pihak, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan tentunya Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Djaja Subagdja, Ketua Panitia IIBF 2019.

Anies DKI

Loading...

Related Post