Loading...

Advertisement

Walhi Sebut Karhutla Berpotensi Membunuh Kelompok Rentan

Walhi Sebut Karhutla Berpotensi Membunuh Kelompok Rentan
ist
Editor : Potan News — Senin, 23 September 2019 11:19 WIB
terasjakarta.id
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kualitas udara yang buruk berpotensi membunuh kelompok rentan, termasuk anak-anak.

“Bernafas syarat utama untuk hidup. Kandungan partikulat terlarut di udara sudah lebih dari dua kali lipat dari ambang batas, level berbahaya. Ini berpotensi membunuh kelompok rentan, balita, orang tua, dan orang yang sakit,” kata juru kampanye Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Zenzi Suhadi, Senin (23/9/2019).

Menurut Suhadi, pemerintah telah gagal melindungi hak dasar manusia untuk hidup. Kegagalan itu disebabkan negara tak menghukum penjahat lingkungan serta gagal memulihkan fungsi ekosistem gambut.

Dikatakan, pemerintah telah gagal melindungi hak paling mendasar manusia untuk hidup. Kegagalan ini disebabkan oleh dua hal mendasar, gagalnya negara menghukum para penjahat lingkungan yang merampas udara bersih rakyat, dan gagalnya negara memulihkan fungsi ekosistem gambut sebagai penyokong kehidupan manusia.

“Karena kerusakan ekosistem berawal dari pemerintah, sedangkan pemulihan dan penghentian kejahatannya tidak dilakukan, sesungguhnya pemerintah saat ini sudah menjadi bagian dari kejahatan kemanusiaan ekosida,” ujar Suhadi.

Suhadi mengatakan pemerintah harus mencabut izin perusahaan yang merusak ekosistem gambut. Ia juga mengharapkan penegakan hukum yang tegas kepada perusahaan pelaku pembakaran hutan.

Dijelaskan, saat ini ada sebanyak 228 perusahaan sawit dan HTI (hutan tanaman industri) terlibat dalam merusak ekosistem gambut. Pemerintah harus cabut izin-izin perusahaan ini dan memulihkan ekosistem gambut, melaksanakan penegakan hukum yang tegas kepada korporasi dan para pemilik group/perusahaan pelaku perusakan ekosistem gambut.

“Selama penegakan hukum hanya menyasar setingkat manajemen perusahaan dan pelaku lapangan, kejahatan ini tidak akan berhenti,” sebutnya.

Karhutla rentan membunuh

Loading...

Related Post