Loading...

Advertisement

Ananda Badudu Ditangkap Polisi Karena Mentransfer Dana pada Mahasiswa

Ananda Badudu Ditangkap Polisi Karena Mentransfer Dana pada Mahasiswa
Editor : Melati News — Jumat, 27 September 2019 10:32 WIB
terasjakarta.id

Ananda Wardhana Badudu, penggagas penggalangan dana publik untuk aksi unjuk rasa mahasiswa menuntut perbaikan reformasi dijemput Polda Metro Jaya. Ananda yang juga musikus itu mengaku dijemput polisi karena mentransfer sejumlah dana untuk mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa.

"Saya dijemput Polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa," cuit Ananda melalui akun Twitternya, Jakarta, Kamis (26/9). 

Ananda Badudu@anandabadudu

Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa

23K people are talking about this

Cuitan itu mendapatkan perhatian dari warganet. Tagar #BebaskanAnandaBadudu menjadi trending topic di Twitter.  

Sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya juga menangkap pegiat Dandhy D Laksono yang diduga terkait dugaan tindak pidana ujaran kebencian, serta melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
"Penangkapan dilakukan Kamis sekitar pukul 23.00 WIB," kata Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus AT Napitupulu saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (27/9).
Erasmus menjelaskan petugas menangkap Dandhy di kediamannya Jalan Sangata 2 Blok I-2 Nomor 16 Jatiwaringin Asri, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Erasmus menjelaskan kronologis penangkapan rekannya itu, saat Dandhy tiba di rumah sekitar pukul 22.30 WIB.

Sekitar pukul 22.45 WIB, diungkapkan Erasmus, Dandhy kedatangan tamu yang menggedor-gedor pagar rumah.
"Lalu dibuka oleh Dandhy," ujar Erasmus.

Erasmus mengungkapkan tamu itu membawa surat penangkapan terhadap Dandhy karena alasan telah memposting mengenai isu Papua melalui media sosial.

Pada pukul 23.05 WIB, aparat beranggotakan empat orang membawa Dandhy menumpang mobil bernomor polisi D-216-CC menuju Polda Metro Jaya.

"Petugas yang datang sebanyak empat orang, penangkapan disaksikan oleh dua satpam dan RT," tutur Erasmus. 



demo dpr mahasiswa ananda badudu

Loading...

Related Post