Loading...

Advertisement

Minggu, 29 September 2019 09:54 WIB

Viral Fotonya dengan Tommy Soeharto, Najwa Shihab Bantah Jadi Antek Orba

Melati —News
Viral Fotonya dengan Tommy Soeharto, Najwa Shihab Bantah Jadi Antek Orba
terasjakarta.id

Sikap lantang yang ditunjukan oleh jurnalis senior Najwa Shihab dalam membela agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak dilemahkan melalui revisi UU menyebabkan ia difitnah di media sosial. Serangan secara personal disampaikan oleh eks alumni 212 dan mantan aktivis 98, Faizal Assegaf melalui akun media sosialnya. 

Dalam cuitannya pada Kamis (26/9) lalu, Faizal menuding tanpa dasar ayah Najwa, Quraish Shihab sebagai Menteri yang dulu setia pada rezim korup Soeharto. 

"Kini @NajwaShihab getol komporin demo rusuh untuk lindungi aneka kejahatan KPK. Asal tahu aje, Firma AHP tempat kerja suami Najwa, ada dua mantan komisioner KPK (Chandra Hamzah & Amien Sunaryadi) terjerat kasus korupsi. *FA*," demikian cuit Faizal tiga hari lalu.

Cuitan itu tidak hanya diunggah oleh Faizal di akun Twitternya, melainkan juga di Instagram. Bahkan, di Instagram kumpulan cuitan Faizal mendapat lebih dari 2.000 komentar. 

Padahal, yang disampaikan oleh Faizal di media sosial tidak didasari bukti apapun. Bahkan, tudingan Najwa sebagai salah satu pihak yang memantik agar mahasiswa turun ke jalan dan bertindak anarkis, masih terus digaungkan oleh Faizal di akun media sosialnya pada Jumat kemarin. 

Selain narasi ia telah menggerakan mahasiswa, Najwa juga dituding sebagai antek Orde Baru. Di media sosial ramai beredar foto lamanya dengan putra Soeharto, Tommy, Lieus Sungkharisma dan Ichsanuddin Noorsy bersama dengan tangkapan layar berita yang diberi judul "Kabar Mengagetkan, Najwa Shihab, Tommy Soeharto, Noorsy dan Lieus Akhirnya Bersepakat Untukā€¦"

Narasi itu seolah semakin masuk akal, karena ayah Najwa dulu adalah Menteri Agama di era Orde Baru. Lalu, bagaimana klarifikasi Najwa mengenai tudingan tersebut? Apakah rumor di media sosial mengganggu kinerjanya sebagai jurnalis yang getol membela isu antikorupsi? 

1. Najwa Shihab menjelaskan kronologi fotonya dengan Tommy Soeharto bisa diabadikan

Klarifikasi Fotonya dengan Tommy, Najwa Shihab Bantah Jadi Antek Orba

Di dalam akun media sosialnya, Najwa menyebut disinformasi yang kini beredar di media sosial adalah serangan personal yang jahat. Tuduhan bahwa ia adalah "antek Orde Baru" sama sekali tidak berdasar karena sikapnya selama ini sudah berulang kali disampaikan mengenai warisan-warisan era Orba. 

Ia kemudian menceritakan bagaimana awal mula ia bisa mengabadikan foto dengan Tommy Soeharto. Pertemuannya dengan Tommy, kata pendiri Narasi TV itu, tak lebih bagian dari pekerjaan untuk mewawancarai putra bungsu Soeharto. 

"Foto yang beredar itu diambil pada 22 November 2017. Saya datang bersama kru Narasi TV, termasuk CEO dan pemimpin redaksi Narasi TV saat itu Catharina Davy dan Ovalia Rosalia. Tujuan pertemuan itu ingin menjajaki sekaligus mengundang kehadiran Tommy di Catatan Najwa (saat itu saya sedang jeda dari televisi)," kata Najwa memulai penjelasannya di akun media sosial. 

Tommy ketika itu, Najwa melanjutkan, diundang dalam status sebagai pendiri Partai Berkarya yang baru saja lolos verifikasi KPU dan dinyatakan sebagai peserta pemilu 2019. 

"Tommy muncul dalam tiga segmen pertama. Dalam tiga segmen itu, saya menyoal sejumlah topik penting terkait rekam jejak Tommy dan kasus-kasus korupsi serta pelanggaran HAM yang dilakukan oleh ayahandanya. Segmen 1 dibuka dengan memperkenalkan Tommy sebagai 'dalang pembunuhan Hakim Syaifuddin," katanya lagi. 

Ia juga mencecar Tommy mengenai sikap masyarakat yang sepertinya merindukan era Orde Baru di segmen tersebut. Selain Tommy, tim Narasi turut menghadirkan narasumber lain seperti Priyo Budi Santoso sebagai Sekjen Partai dan aktivis HAM Haris Azhar untuk menguji klaim para narasumbernya itu. 

Pada pratiknya, untuk bisa mewawancarai seorang Tommy Soeharto tidak mudah. Sebab, ia beberapa kali menunda jadwal yang sudah disepakati. Hingga akhirnya Tommy dapat diwawancarai di kediamannya pada 5 Juli 2018 dan hasil wawancara tayang pada 11 Juli 2018 dengan tajuk "Siapa Rindu Soeharto."

2. Najwa dipersepsikan 'antek Orde Baru' karena jabatan sang ayah yang pernah jadi Menteri Agama di era Soeharto

Klarifikasi Fotonya dengan Tommy, Najwa Shihab Bantah Jadi Antek Orba

Selain pernah berfoto dengan Tommy Soeharto, Najwa dipersepsikan seolah-olah 'antek Orba', karena posisi sang ayah yang pernah duduk sebagai Menteri Agama di era Soeharto. Padahal, justru, menurutnya selama ini ia malah keras mengkritik warisan-warisan Orde Baru. 

"Sikap kritis itu juga dihasilkan melalui produk-produk jurnalistik Mata Najwa dalam episode 'Siapa Rindu Soeharto?," ujarnya. 

Menurut Najwa, tuduhan tersebut selain tidak berdasar juga dinilai serangan personal yang jahat. 

"Saya sangat keberatan sikap personal saya sebagai jurnalis dikait-kaitkan dengan keluarga saya," kata perempuan yang sudah bekerja sebagai jurnalis selama lebih dari 20 tahun. 

3. Najwa Shihab menduga ia diserang karena lantang membela KPK dan isu antikorupsi

Klarifikasi Fotonya dengan Tommy, Najwa Shihab Bantah Jadi Antek Orba

Di dalam pernyataannya itu, Najwa juga menduga ia diserang secara personal dengan fitnah jahat tersebut karena sikapnya yang lantang membela KPK dan isu antikorupsi. Bahkan, sikap editorialNarasi TV yang dipilih menolak adanya revisi UU KPK dikaitkan dengan konflik kepentingannya dengan komisi antirasuah. 

Firma hukum tempat suami Najwa bekerja kini, Assegaf Hamzah & Partners, memang didirikan salah satunya oleh mantan komisioner KPK, Chandra Hamzah. Padahal, menurut Najwa, sikap editorial di Narasi TV tidak ada sangkut pautnya dengan firma hukum tempat suaminya bekerja. 

"Saya, Mata Najwa dan Narasi TV tidak sendirian dalam hal ini. Tidak terbilang cacian terhadap media yang memberitakan topik mengenai revisi UU KPK dan demonstrasi mahasiswa minggu lalu," kata dia. 

4. Najwa Shihab keberatan disebut sebagai "antek Orde Baru" tanpa dasar yang jelas

Najwa menilai disinformasi yang disebarkan merupakan serangan personal yang jahat. Menurutnya, tidak ada satu pun bukti yang mendukung persepsi itu.

"Tuduhan 'Antek Orde Baru' sama sekali tidak berdasar karena sikap saya jelas dalam menyangkut warisan-warisan Orde Baru," tutur dia. 

Ia juga menilai serangan tersebut menjadi serangan terhadap kerja-kerja jurnalistik. "Saya sangat keberatan sikap personal saya sebagai jurnalis dikait-kaitkan dengan keluarga saya," kata Najwa.

5. Kritik terhadap pers dibolehkan namun bukan menyerang secara personal ke jurnalis bersangkutan

Di bagian akhir pesannya, perempuan yang akrab disapa Nana itu turut menyampaikan pesan tidak ada masalah apabila pers dikritik. Bahkan, hal itu penting bagi demokrasi dan pers tersebut. 

"Tidak ada pers yang sempurna. Tetapi, jika yang dilakukan adalah serangan personal, ad hominem, apalagi hingga membawa-bawa keluarga, maka persoalannya menjadi sangat berbeda," kata Najwa. 

Najwa mengatakan kendati diserang secara personal, namun ia masih bekerja seperti biasa. Namun, ia menganggap serangan tersebut sebagai sesuatu yang kontraproduktif dalam usaha merawat ruang publik yang sehat dan menghargai perbedaan pendapat. 

Najwa pun menyadari hari-hari belakangan ini, Indonesia tengah dilanda kompleksitas persoalan. 

"Oleh sebab itu, yang perlu dilakukan adalah dengan memperbanyak dialog antara para elite dengan warga, antara warga dengan warga, antara sesama kita," kata dia lagi. 

(sumber;idntimes)

najwa shihab tommy soeharto viral



Loading...

Related Post



Comment