Loading...

Advertisement

Pengamat: Jalur Sepeda Tak Efektif Selama Sepeda Motor Tak Dibatasi

Pengamat: Jalur Sepeda Tak Efektif Selama Sepeda Motor Tak Dibatasi
ist
Editor : Potan Jakarta style — Kamis, 3 Oktober 2019 10:27 WIB
terasjakarta.id


Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan kotanya sebagai kota ramah bersepeda disebutkan harus dibarengi dengan pembatasan sepeda motor. Adapun ujicoba jalur sepeda yang dilakukan saat ini dinilai tidak tepat.

Hal itu ditegaskan oleh pengamat Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno. Menurutnya, diperlukan lima syarat agar jalur sepeda bermanfaat dan berkualitas, yaitu menarik, berkeselamatan, koherensi, nyaman dan tidak terputus.

"Selama tidak ada kebijakan untuk membatasi mobilitas sepeda motor, jalur sepeda tidak akan efektif," kata Djoko di Jakarta.

Ia menjelaskan, sepeda adalah moda transportasi yang bisa digunakan untuk menjangkau jarak pendek dan medium untuk melengkapi perjalanan. Kemampuan pejalan kaki untuk jarak pendek itu sekitar 3 kilometer. Jarak perjalanan pesepeda adalah maksimal kisaran 10 kilometer.

Artinya, lanjut dia, sepeda adalah sebuah instrumen transportasi yang melengkapi moda angkutan umum dengan menyediakan konektivitas fasilitas firts mile dan last mile. Yakni, menghubungkan mobilitas ke titik angkutan umum (halte, red), dan dari titik berangkat angkutan umum menuju ke titik akhir tujuan. Jalur sepeda yang dibangun hendaknya tidak terinterupsi oleh parkir kendaraan bermotor dan pedagang yang bejualan sembarangan.

Untuk itu, lanjut Djoko, dalam menyediakan infrastruktur bersepeda, secara umum terdapat lima syarat yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitasnya.

Sesuai kepentingannya, kelima syarat itu adalah yang pertama harus menarik, yaitu lingkungan sekeliling dirancang menarik, sehingga bisa menimbulkan daya tarik estetika secara prositif.

Yang kedua, memperhatikan aspek keselamatan, fasilitas harus menghasilkan lebih sedikit risiko kecelakaan lalu lintas.

Ketiga, kata Djoko, adalah koherensi. Yakni, pengguna harus dapat mengakses jalan mereka dengan mudah. Keempat, kenyamanan, fasilitas memiliki kondisi yang membuat perjalanan lebih nyaman (warna, material yang memadai).

"Sedangkan yang kelima, tidak terputus (berkelanjutan), fasilitas yang disediakan bagi pengguna harus memenuhi kebutuhan akan rute langsung ke tujuan," ungkap dia.

Ia menerangkan, perancangan dapat dilakukan jalur sepeda dan pejalan kaki disatukan atau ada pembatasan fisik (seperator). Jika mengambil sebagian ruas jalan dan harus disertai penegakan hukum itu tidak akan efektif.

"Penegakan hukum di negeri ini adalah hal yang sulit dilakukan," ungkapnya.

Jalur sepada pembatasan sepeda motor

Loading...

Related Post