Loading...

Advertisement

Mengapa Pakaian Jokowi dan Ma’ruf Amin Penuh Lencana? Ini Alasannya

Mengapa Pakaian Jokowi dan Ma’ruf Amin Penuh Lencana? Ini Alasannya
Editor : Melati News — Minggu, 20 Oktober 2019 12:53 WIB
terasjakarta.id

Sebagai bangsa Indonesia, kita pasti pernah melihat foto resmi pasangan Presiden dan Wakil Presiden yang dikeluarkan oleh Kementerian Sekretariat Negara RI dengan mengenakan berbagai lencana Tanda Jasa atau Tanda Kehormatan di pakaian mereka.  

Masih banyak di antara kita yang sering bertanya-tanya lencana bintang jasa atau tanda kehormatan apa saja yang disematkan pada pakaian Presiden dan Wakil Presiden terpilih? Lantaran semua Presiden maupun Wakil Presiden Republik Indonesia pasti bakal tampil dengan mengenakan berbagai lencana berupa bintang atau tanda kehormatan. 

Tak hanya Jokowi dan Ma'ruf Amin yang akan mengenakan lencana bintang dan tanda kehormatan tersebut karena terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, tapi semua Presiden maupun Wakil Presiden RI yang terpilih akan mengenakan lencana bintang dan tanda kehormatan yang sama.  

Koleksi Museum Presiden/kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres

Diatur dalam UU No 20 Tahun 2009

Pemberian lencana penghargaan bagi putra-putri terbaik Indonesia ini diatur melalui UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Pemberian lencana tanda jasa ini dimaksudkan sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap setiap warga negara yang memajukan dan memperjuangkan pembangunan Bangsa dan Negara demi kejayaan dan tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945. 

Dalam Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2009 dicantumkan diantaranya tentang : 

  • Gelar adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang yang telah gugur atau meninggal dunia atas perjuangan, pengabdian, darmabakti, dan karya yang luar biasa kepada bangsa dan negara.
  • Tanda Jasa adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang yang berjasa dan berprestasi luar biasa dalam mengembangkan dan memajukan suatu bidang tertentu yang bermanfaat besar bagi bangsa dan negara.
  • Tanda Kehormatan adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.
kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres

Tujuan pemberian lencana dalam bentuk tanda gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan oleh negara adalah untuk menumbuhkan kebanggaan, keteladanan, kepatriotan, sikap kepahlawanan, dan semangat kejuangan di dalam masyarakat.

Sedangkan, lencana tanda kehormatan adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas dharmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara. 

kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres

Tanda Kehormatan Bintang bagi Presiden dan Wapres RI

Presiden Republik Indonesia sebagai pemberi tanda kehormatan merupakan pemilik pertama seluruh Tanda Kehormatan Bintang di Indonesia.

Ini artinya siapapun warga negara Indonesia yang pada saat menjadi Presiden Republik Indonesia terpilih, maka akan secara otomatis mendapat seluruh tanda kehormatan berupa bintang yang berjumlah 14 Bintang Tanda Kehormatan. 

Namun ada satu bintang tanda kehormatan yang hanya dimiliki oleh Presiden pertama RI, Ir Soekarno dan tidak dimiliki oleh Presiden lainnya, yaitu Bintang Perintis Kemerdekaan. 

Bintang ini diberikan hanya kepada Soekarno karena jasa beliau sebagai sang Proklamator yang telah berjuang untuk kemerdekaan NKRI. Hanya Presiden pertama RI Soekarno yang memiliki 15 Tanda Kehormatan Bintang RI. 

Pita Kehormatan yang biasa digunakan Presiden pertama RI Soekarno/kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres

Selain itu, Soekarno juga biasanya mengenakan Pita Kehormatan. Pita Kehormatan ini di tempelkan di atas saku presiden sebelah kiri posisi baju. Biasanya pita kehormatan ini hanya untuk kalangan militer dan polisi tetapi Soekarno sering memakai ini sebagai tanda Soekarno adalah Panglima tertinggi ABRI.

Dikutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres, pita kehormatan berbentuk persegi panjang, terdiri dari 4 (empat) baris. Masing-masing baris terdiri dari warna yang berbeda-beda. Biasanya pita kehormatan ini ditempelkan di baju dinas kenegaraan Soekarno.

Bagi Presiden RI, ada 14 Tanda Kehormatan Bintang yang tersemat pada pakaian yang dikenakan saat tampil pada foto resmi kenegaraan maupun acara-acara khusus dan resmi kenegaraan, yaitu: 

  • Bintang Republik Indonesia Adipurna. Bintang ini adalah tanda kehormatan tertinggi dan dikeluarkan untuk menghargai mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan maupun berjasa besar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seorang Presiden Indonesia secara otomatis akan menerima tanda kehormatan ini.  Selain Presiden RI ternyata ada juga yang mendapatkan Tanda Kehormatan ini yaitu Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama RI di tahun 1972 dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud (2017) serta Raja Swedia, Carl XVI Gustaf (2017)
  • Bintang Mahaputera Adipurna.
  • Bintang Jasa Utama. 
  • Bintang Kemanusiaan
  • Bintang Penegak Demokrasi Utama
  • Bintang Budaya Parama Dharma
  • Bintang Bhayangkara Utama
  • Bintang Gerilya
  • Bintang Sakti
  • Bintang Dharma
  • Bintang Yudha Dharma Utama
  • Bintang Kartika Eka Pakci Utama
  • Bintang Jalasena Utama
  • Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama

Sedangkan setiap Wakil Presiden Republik Indonesia yang terpilih akan mendapat tanda kehormatan yang terdiri atas 7 Tanda Kehormatan Bintang yaitu :

  • Bintang Republik indonesia Adipradana
  • Bintang Mahaputera adipurna
  • Bintang Jasa Utama
  • Bintang Kemanusiaan
  • Bintang Penegak demokrasi utama
  • Bintang Budaya parama dharma
  • Bintang Bhayangkara utama

Jenis Tanda Kehormatan

Sekretariat Militer Presiden serta Kementerian Sosial menjadi pihak-pihak yang sangat berkepentingan terkait Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kohormatan yang diberikan pada putera-puteri terbaik Bangsa Indonesia, yang diterjemahkan dalam surat keputusan Presiden.  

UU Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2010 tentang pelaksanaan UU Nomor 20 tahun 2009 menjadi pijakan untuk pemberian penghargaan tersebut kepada putra-putri yang berjasa pada Bangsa dan Negara Indonesia. 

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010, Tanda Kehormatan dibagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu Bintang, Satyalancana, dan Samkaryanugraha.

Tanda Kehormatan Bintang

Tanda Kehormatan Bintang dikelompokkan menjadi dua yaitu Tanda Kehormatan Bintang Sipil dan Tanda Kehormatan Bintang Militer.

Setneg.go.id

Tanda Kehormatan Bintang kedudukannya lebih tinggi derajatnya daripada Tanda Kehormatan Satyalencana, yang pertama kali diadakan oleh Republik Indonesia adalah Bintang Gerilya berdasarkan Peraturan Pemerintah Noor 8 tahun 1949. Sedangkan Tanda Kehormatan paling akhir berlaku sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2010 adalah Satyalencana Dharma Nusa. 

Tanda Kehormatan Bintang paling tinggi kelasnya adalah Bintang Republik Indonesia, yang terdiri dari 5 kelas atau tingkatan yaitu: Bintang Republik Indonesia Adipurna, Bintang Republik Indonesia Adipradana, Bintang Republik Indonesia Utama, Bintang Republik Indonesia Pratama dan Bintang Republik Indonesia Nararya. 

Bintang Sipil/setneg.go.id

Satu tingkat dibawah Bintang Republik Indonesia adalah Bintang Mahaputra. Terdiri dari 5 tingkatan yaitu: Bintang Mahaputra Adipurna, Bintang Mahaputra Adipradana, Bintang Mahaputra Utama, Bintang Mahaputra Pratama dan Bintang Mahaputra Nararya.  

Lalu satu tingkat dibawah Bintang Mahaputra, ada Bintang Kemanusiaan (terdiri dari Bintang Penegak Demokrasi Utama, Pratama dan Nararya), dilanjutkan dengan urutan Bintang Budaya Parama Dharma dan Bintang Bhayangkara (yang terdiri dari Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Bhayangkara Pratama dan Bintang Bhayangkara Nararya). 

Sedangkan untuk militer terdapat Bintang Gerilya, Bintang Sakti, Bintang Dharma dan Bintang Yudha Dharma (yang terdiri dari Bintang Dharma Utama, Bintang Dharma Pratama dan Bintang Dharma Nararya) 

Bintang Militer/setneg.go.id

Lalu satu tingkat di bawahnya terdapat tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi (yang terdiri dari Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Kartika Eka Paksi  Pratama dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya). 

Selanjutnya ada Bintang Jalasena ( terdiri dari Bintang Jalasena Utama, Bintang Jalasena Pratama dan Bintang Jalasena Nararya), dan ada juga Bintang Swa Bhuwana Paksa (terdiri dari Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya). 

Satyalencana dan Samkaryanugraha 

Satyalancana adalah tanda kehormatan tingkatannya di bawah tanda kehormatan bintang. Tanda kehormatan Satyalencana ini berbentuk bundar dan Samkaryanugraha adalah tanda kehormatan berbentuk ular-ular dan patra.

Kedua tanda penghormatan ini diberikan Negara kepada Pegawai Negeri Sipil dan kalangan Militer maupun Pegawai Negeri Sipil dikalangan MIliter 

Satyalencana Sipil

Satyalencana Militer 

Samkaryanugraha 



presiden jokowi maruf amin

Loading...

Related Post