Loading...

Advertisement

Guru Ngaji di Kalsel Cabuli 15 Santri Selama 3 Bulan

Guru Ngaji di Kalsel Cabuli 15 Santri Selama 3 Bulan
Editor : Melati News — Selasa, 19 November 2019 09:11 WIB
terasjakarta.id

Kelakuan Sumarli (50), guru ngaji dan ketua Majelis Taklim Ar Ridho, sangat kebacut. Ia dilaporkan ke Polsek Tamban, Kabupaten Barito Kuala, atas dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kelakuan bejat Sumarli terjadi dalam rentang Agustus – Oktober 2019 di Majelis Taklim Ar Ridho, Kecamatan Tamban. Sumarli dikenal juga berprofesi guru agama honorer di sebuah SMAN di Kecamatan Tamban.

Menurut Kasatreskrim Polres Barito Kuala, AKP Edi Yulianto, mengatakan ada 15 orang laki-laki korban pencabulan Sumarli S.Ag.

“Dicabuli itu seperti digerayangi, satu korban disodomi. Dua korban berusia di atas 18 tahun, dan sisanya di bawah usia 18 tahun,” ujar AKP Edi Yulianto kepada banjarhits.id, Selasa (19/11/2019).

Kepala Polres Barito Kuala AKBP Bagus Suseno, mengatakan pelaku Sumarli ditangkap tim gabungan pada pukul 18.00 WIB, Sabtu (16/11/2019) ketika bersantai di sebuah rumah di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Menurut Bagus, pelaku mencabuli korbannya dalam rentang Agustus – Oktober 2019 di rumah pelaku, Desa Purwosari Baru RT 04, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

“Telah melakukan pencabulan kepada anak laki-laki dengan waktu berbeda –beda. Kronologis kejadiannya berbeda-beda, namun tempat kejadian perkara di lantai 2 Majelis Ar Ridho, Desa Purwosari Baru RT 4, Kecamatan Tamban, Barito Kuala,” ujar AKBP Bagus Suseno.

Terkuaknya aksi bejat Sumarli ketika orang tua salah satu korban mendapati perilaku aneh anaknya, MAT. MAT bercerita bahwa Sumarli berbuat cabul di sela menghafal amalan di Majelis Ar Ridho pada awal Oktober 2019. Saat itu, kata MAT, Sumarli memintanya datang ke Majelis Ar Ridho pukul 21.00 wita lewat pesan WhatsApp.



guru ngaji cabul

Loading...

Related Post