Loading...

Advertisement

DKI Defisit Anggaran Rp 2,3 Triliun, Ketua Komisi A Usul TKD dan Dana Hibah Dipangkas

DKI Defisit Anggaran Rp 2,3 Triliun, Ketua Komisi A Usul TKD dan Dana Hibah Dipangkas
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono (ist)
Editor : Potan News — Rabu, 27 November 2019 20:18 WIB
terasjakarta.id

Anggaran yang diajukan dalam APBD 2020 mencapai Rp 89,4 triliun, sedangkan kemampuan keungan DKI hanya sebesar Rp 87,1 triliun. Itu artinya ada selisih Rp 2,3 triliun antaran usulan anggaran dengan kemampuan keuangan DKI Jakarta.

Menanggapi defisit anggaran itu, Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono mengatakan, Pemprov DKI harus mencari cara untuk menutup defisitnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 dalam usulan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Salah satu cara menutup defisit anggaran itu, Mujiyono mengusulkan Pemprov DKI memangkas anggaran Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). 

"Saya lihat di kerangka APBD kan di sini ada dividen tunjangan lebih kurang Rp 20 triliun dan saya yakin selamanya teman-teman tidak sampai 100 persen (penyerapannya)," ujar Mujiono, di gedung dewan, Jakarta pusat, Rabu (26/11).

Mujiyono menjelaskan, dengan memangkas anggaran tunjangan bagi aparatur sipil negara (ASN) diharapkan dapat menutup kekurangan Rp 2,3 triliun itu. Selain itu dia juga mengusulkan untuk memangkas dana hibah yang tidak begitu penting peruntukannya.

"Usul saya kenapa kita enggak coba mengambil dari TKD saja? Potensi pajak yang memang dimungkinkan naik kita tentukan di Rp 89 triliun," jelasnya. 

"Ada lagi potensi yang bisa dikoreksi. Dana hibah karena ini besar sekali. Kenapa tidak kita tunda dulu untuk menutupi yang Rp 2,3 triliun itu? Nanti kita bisa putuskan Rp 87 triliun atau Rp 89 triliun," pungkasnya.




DKI Defisit Anggaran Ketua Komisi A Mujiyono TKD dan Dana Hibah Dipangkas

Loading...

Related Post