Loading...

Advertisement

Demi Selfie, Wisatawan Rusak Meja dan Kursi Peninggalan HB VIII

Demi Selfie, Wisatawan Rusak Meja dan Kursi Peninggalan HB VIII
Editor : Melati News — Selasa, 17 Desember 2019 08:28 WIB
terasjakarta.id

Demi berselfie ria seorang wisatawan merusak benda-benda peninggalan di Museum Kraton Yogyakarta. Akibat ulah wisatawan tersebut kaki meja marmer peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII patah, sementara podium yang digunakan untuk menaruh meja kursi juga berlubang.

Salah seorang Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Mas Bekel Purakso Wiarjo menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada pukul 12.00 WIB, Senin (16/12). Wisatawan tersebut merupakan ibu-ibu yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Purakso merupakan abdi dalem yang pertama mengetahui peristiwa itu. Saat itu dia sedang berjaga di Museum Batik yang ada di sebelahnya.

“Jam 12-an kurang lebih. Saya jaga di museum sebelahnya, Museum Batik di situ terdengar ada semacam benturan gitu dan ternyata ada pengunjung dari Bandung masuk situ (naik) langsung selfie tanpa sepengetahuan penjaga,” ujar dia.

Meja Kursi Peninggalan Sri Sultan HB VIII. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

“Meja kakinya patah, alas untuk kursi HB VIII njlemblong (amblas berlubang) podiumnya,” lanjut Purakso.

Saat itu, dia mendapati ibu yang tengah selfie itu juga turut terjatuh. Ketika ditanya, wisatawan tersebut mengaku sudah mendapat izin dari seseorang untuk naik ke atas podium. Padahal, sudah jelas tertulis bahwa wisatawan dilarang naik podium.

“Namanya kurang tahu, tapi dia dari Bandung. Dia saat itu sendirian, tapi kemungkinan rombongan,” ujarnya.

Kondisi meja kursi peninggalan Sri Sultan HB VIII yang rusak karena pengunjung. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Beruntung meja yang terbuat dari marmer tidak pecah lantaran jatuh di kursi. Menurut Purakso, jika saat itu meja marmer jatuh ke keramik, maka dapat dipastikan meja tersebut pecah.

Saat ini kursi-kursi peninggalan HB VIII itu telah dirapikan kembali. Namun, di podium masih menyisakan lobang bekas kaki kursi. Sementara untuk meja untuk sementara diperbaiki di bengkel. Pengunjung yang bersangkutan pun telah meminta maaf atas peristiwa ini.

“Yang rusak meja. Penopang meja ada tiga, satu yang patah. Marmer jatuh ke kursi. Kalau ke keramik pasti sudah hancur,” kata dia.

Peristiwa ini sebelumnya telah diunggah oleh Putri Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu di akun Twitternya. Dia juga melampirkan video kerusakan meja kursi HB VIII.

“Katanya tulisan dilarang pegang dilarang foto itu mengurangi keindahan museum/pameran. Tapi untuk menghadapi jenis orang butuh konten, tapi ndak bisa baca gini gimana? Ada yang mau duduk di pelenggahan dari HB VIII dan selfie, sukses nyamplak meja marmer,” tulisnya.

Meja Kursi Peninggalan Sri Sultan HB VIII. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

“Orangnya sudah menyatakan akan mengganti kerugian. Tapi intinya kan bukan itu. Barang-barang di @kratonjogja tidak semua gampang diganti,” terangnya.



barang sejarah

Loading...

Related Post